Jumaat, 19 Januari 2018

AQIDAH NUR MUHAMAT


  1. Sebelum kajian dan huraian tentang nur muhamat yang mana membawa makna cahaya di bawah cahaya lebih mendalam 
  2. agar tiada yang tersalah tafsir dalam mencari nur muhamat , 
  3. hakikat nur muhamat hanya untuk memerkukuhkan aqidah 
  4. dan keimanan hingga ketahap ilmu yakin
  5. yang mana menjelaskan bahawa tiada mahluk atas dunia ini melaikan hakikat nya allah sawt lah yang ujud di sebalik semua nya ; 
  6. hakikat mahluk tiada ujud baik dari segi pergerakan hingga percakapan atau pemikiran yang sebenar nya hakikat allah yang berfikir dan allah lah yang berkata kata dan mengerakkan setiap mahluk baik insan jin iblis atau malaikat dan haiwan; 
  7. pemikiran nur muhamat lahir bila mana ramai yang menyembah muhamat saw yang mana mahluk hamba allah bukan tuhan atau lebih dari maha pencipta.,,. 
  8. hakikat hingga ada yang menyatakan muhamat di angkat naik menjadi lebih dari asal mahluk sebagai mana nabi isa nabi musa dan rasul rasul lain yang menjadi perantaraan tuhan dengan mahluk .,.,, maka lahir lah hakikat nur muhamat bagi memansuhkan dan memusnahkan hakikat mahluk kembali kepada hakikat hamba mahluk ciptaan allah tiada keistimewaan sebagai mana sifat 20 bahawa allah tiada berhajat pada mahluk dan hanya mahluk memerlukan allah hakikat setia mahluk tiada ujud baik muhamat saw quran atau apa jua mahluk ada tiada ujud hanya allah yang ujud di sebaik mahluk,.,.., Memahami Hakikat Nur Muhammad – Pada kajian yang lalu tentang Hakikat Nur Muhammad telah disampaikan bahwa Muhammad itu merupakan Nur yang terpancar dari Zat Tuhan. Nur Muhammad adalah yang pertama diciptakan dan merupakan roh dari segala makhluk. Sehingga tidak ada makhluk tanpa adanya Nur Muhammad karena dengan Nur Muhammad inilah Allah SWT melahirkan secara nyata sifat ketuhanan – Nya dalam diri setiap makhluk ( bukan Zat ) Sekarang kita akan mencoba melanjutkan kajian tentang Hakikat Nur Muhammad dalam bentuk pemahaman lanjutan [ sebelumnya perlu disampaikan bahwa, kajian ini merupakan lanjutan dari kajian sebelumnya ( Hakikat Nur Muhammad dan Hakikat Zat Pada Sifat Allah ) ,mohon tidak melanjutkan memahami kajian ini apabila belum memahami secara benar apa yang dimaksud dengan kajian tersebut ]Awal Muhammad adalah Nurani, menjadi nyawa atau roh dalam alam batang tubuh kita. Akhir Muhammad itu adalah Ruhani, menjadi hati dalam alam batang tubuh kita. Zahir Muhammad itu adalah Insani, menjadi rupa atau wajah dalam alam batang tubuh kita. Batin Muhammad itu adalah Rabbani, menjadi ujud dalam alam batang tubuh kita Sedangkan anasir Nyawa atau Roh Muhammad itu dapat difahami dalam empat kedudukan yaitu : Ujud – Ujud merupakan penzahiran dari Zat Allah jadi rahasia pada kita dan pada hakikatnya merupakan keberadaan Muhammad Ilmu – Ilmu merupakan penzahiran dari sifat Allah menjadi Nyawa atau Roh pada kita dan pada hakikatnya merupakan Nyawa atau Roh Muhammad Nur – Nur merupakan penzahiran dari asma Allah menjadi hati pada kita dan pada hakikatnya merupakan hati Muhammad Syuhud – Syuhud merupakan penzahiran dari Af’aal Allah menjadi tubuh pada kita dan pada hakikatnya merupakan tubuh Muhammad Pemahaman tentang Ujud adalah Zat Allah, merupakan realitas iman dan keimanan. Artinya Ujud itu Ada dan yang diadakan. Pemahamannya adalah bahwa yang ada itu Allah dan yang diadakan itu Muhammad Pemahaman tentang Ilmu adalah Sifat Allah, merupakan realitas nyawa atau roh, Artinya Ilmu itu mengetahui dan yang diketahui. Pemahamannya adalah bahwa yang mengetahui itu Allah dan yang diketahui itu Muhammad Pemahaman tentang Nur adalah Asma Allah,Menurut riwayat, sumber cerita tentang kejadian Nur Muhammad ini bermula dari biografi Nabi Muhammad yang ditulis oleh Ibnu Ishaq (sejarawan Islam). Dalam biografi tersebut, Ibnu Ishaq ada mencatat riwayat yang menyatakan bahwa Allah telah menciptakan Nur Muhammad dan Nur itu telah diwarisi melalui generasi nabi-nabi hingga ia sampai kepada Abdullah bin Abdul Muthalib dan turun kepada Nabi Muhammad Saw. Kemudian terdapat sejumlah hadis yang menerangkan tentang Nur tersebut, antaranya, “sesungguhnya yang mula-mula dijadikan oleh Allah adalah cahaya-ku (Nur Muhammad)………”. Beragam pandangan terhadap hadis ini, ada yang menyatakan maudhu’ (tertolak), dhaif (lemah), bersumber dari falsafah Yunani, tetapi ada pula yang menyatakan bahwa riwayat tersebut boleh diterima karenanya sanadnya bersambung. Hadis tersebut cukup panjang matannya dan diringkas sebagai berikut: “Dan telah meriwayatkan oleh Abdul Razak dengan sanadnya dari Jabir bin Abdullah ra, beliau berkata: “Ya Rasulullah, demi bapaku, engkau dan ibuku, khabarkanlah daku berkenaan awal-awal sesuatu yang Allah telah ciptakan sebelum sesuatu! Bersabda Nabi Saw: “Ya Jabir, sesungguhnya Allah menciptakan sebelum sesuatu, Nur Nabi-mu daripada Nur-Nya’. Maka jadilah Nur tersebut berkeliling dengan Qudrat-Nya sekira-kira yang dihendaki Allah. Padahal tiada pada waktu itu lagi sesuatu pun; tidak ada lauh mahfuzh, qalam, sorga, neraka, Malaikat, langit, bumi, matahari, bulan, jin dan manusia; tiada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini. Dari nur inilah kemudian diciptakan-Nya qalam, lauh mahfuzh dan Arsy. Allah kemudian memerintahkan qalam untuk menulis, dan qalam bertanya, “Ya Allah, apa yang harus saya tulis?” Allah berfirman: “Tulislah La ilaha illallah Muhammad Rasulullah.” Atas perintah itu qalam berseru: “Oh, betapa sebuah nama yang indah dan agung Muhammad itu, bahwa dia disebut bersama Asma-Mu yang Suci, ya Allah.” Allah kemudian berkata, “Wahai qalam, jagalah kelakuanmu ! Nama ini adalah nama kekasih-Ku, dari Nur-nya Aku menciptakan arsy, qalam dan lauh mahfuzh; kamu, juga diciptakan dari Nur-nya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apa pun.” Ketika Allah telah mengatakan kalimat tersebut, qalam itu terbelah dua karena takutnya akan Allah dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia ilahiah yang agung. Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contohnya (Nabi) yang cemerlang, atau membangkang dan meninggalkan kebiasaan mulia yang diajarkannya kepada kita.………dan seterusnya. Bagaimana penjelasan Guru Sekumpul tentang Nur Muhammad tersebut? Secara ringkas penjelasan beliau sebagaimana konten materi pengajian yang bertemakan tentang ‘Kesempurnaan’ (penjelasan ini bahkan beliau ulang-ulang tidak kurang dari tiga kali) boleh diringkaskan sebagai berikut: Beliau memulai penjelasannya dengan ungkapan yang sangat dikenal dalam dunia tasawuf, di mana untuk mengenal Tuhan seseorang harus terlebih dahulu mengenal akan dirinya. Maksudnya, untuk sampai kepada pengenalan terhadap Tuhan, menurut Guru Sekumpul haruslah terlebih dahulu dipahami dua hal. Pertama, ia harus terlebih dahulu mengenal asal mula akan kejadian dirinya sendiri, dari mana, di mana dan bagaimana ia dijadikan? Kedua, ia harus terlebih dahulu mengetahui apa sesuatu yang mula-mula dijadikan oleh Allah Swt. Kedua perkara di atas menjadi prasyarat kesempurnaan bagi para penuntut (salik) dalam mengenal (makrifah) kepada Allah. Adapun yang mula-mula dijadikan oleh Allah adalah Nur Muhammad Saw yang kemudiannya dari Nur Muhammad inilah Allah jadikan roh dan jasad alam semesta. Bermula dari Nur Muhammad inilah maka sekalian roh (dan roh manusia) diciptakan Allah sedangkan jasad manusia diciptakan mengikut kepada dan dari jasad Nabi Adam as. Karena itu, Nabi Muhammad Saw adalah ‘nenek moyang roh’ sedangkan Nabi Adam as adalah ‘nenek moyang jasad’. Hakikat dari penciptaan Adam as sendiri adalah berasal dari tanah (Nur Turab), tanah berasal dari air, air berasal dari angin, angin berasal dari api, dan api itu sendiri berasal dari Nur Muhammad. Sehingga pada prinsipnya roh manusia diciptakan berasal dari Nur Muhammad dan jasad atau tubuh manusia pun hakikatnya berasal dari Nur Muhammad. Jadilah kemudian ‘cahaya di atas cahaya’ (QS. An-Nuur 35), di mana roh yang mengandung Nur Muhammad ditiupkan kepada jasad yang juga mengandung Nur Muhammad.