Isnin, 1 Januari 2018

UJIAN TANDA ALLAH MENYAYAGI


       SEBAGAI MANA KISAH NABI IBRAHIM UJIAN AKHIR;
  1. Beberapa tahun sesudahnya, ketika Isma'il memasuki usia remaja. Nabi Ibrohim gelisah. Ia melihat dalam mimpinya, dirinya menyembelih Isma'il dengan tangannya sendiri. Mimpi itu datang tiga malam berturut-turut. Dan karena syaithon tidak dapat menguasai diri para nabi, maka beliau pun yakin bahwa itu adalah perintah dari Allah untuk dilakukan.
  2. Namun Beliau tetap memilih melaksanakan perintah Allah, mereka pun pergi ke satu tempat, lalu Ibrohim membaringkan Isma'il, dan ketika Ibrohim mengangkat pisaunya, Allah berfirman: ""wahai Ibrahim, sungguh kamu telah membenarkan mimpi itu."

        SEBAGAI MANA KISAH UJIAN AKHIR NABI AYOB;
  1.  Saat mengurus dan membawa bekal pada beliau, istrinya sampai pernah bertanya kepada Nabi Ayyub yang sudah menderita sakit sangat lama, “Wahai Ayyub andai engkau mau berdoa pada Rabbmu, tentu engkau akan diberikan jalan keluar.” Nabi Ayyub menjawab, “Aku telah diberi kesehatan selama 70 tahun. Sakit ini masih derita yang sedikit yang Allah timpakan sampai aku bisa bersabar sama seperti masa sehatku yaitu 70 tahun.” Istrinya pun semakin cemas. Akhirnya karena tak sanggup lagi, istrinya mempekerjakan orang lain untuk mengurus suaminya sampai memberi makan padanya. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5: 349-350)
  2. Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Rabbnya: “(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Rabb Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS. Al-Anbiya’: 83-84)
SEBAGAI MANA KISAH NABI NUH DIAKHIR UJIAN ALLAH;
  1. Nabi Nuh berdakwah kepada kaumnya selama 950 tahun. Selama kurun waktu itu beliau selalu sabar dalam mengajak kaumnya untuk menyembah hanya kepada Allah pada waktu siang dan malam hari. Namun, hanya sekitar 20 orang yang berhasil diajak oleh Nabi Nuh untuk menyembah Allah.
  2. “Nuh berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan keterlaluan. Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mere­ka dengan cara yang terang-terangan, kemudian aku menyeru mereka lagi dengan terang-terangan dan dengan diam-diam, maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesung­guhnya Dia adalah Maha Pengampun. Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.'” (Nuh: 5-12)Sungguh ini merupakan suatu perjuangan yang penuh dengan kesabaran. Bahkan istri dan anak beliau pun tidak termasuk ke dalam orang-orang yang mengimani Allah. Walau begitu Nabi Nuh tetap menjadi hamba yang selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan. Sampai pada akhirnya Allah menyelamatkan Nabi Nuh dan kaumnya yang beriman beserta hewan yang berpasangan dari banjir besar yang melanda negerinya. Sungguh Allah menunjukkan kekuasaan-Nya dan menyelamatkan hamba-Nya yang beriman.

SEBAGAI MANA UJIAN KEATAS NABI ISA DI SAAT AKHIR HAYAT NYA;
  1. Salah satu ajaran Nabi Isa as adalah kabar tentang adanya nabi sesudahnya yaitu Ahmad atau Muhammad. Hal ini tersebutlah dalam Al Quran surat Ashshaff : “sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab sebelum ku, yaitu kitab taurat dan memberi kabar gembira dengan datangnya seorang Rasul yang akan datang sesudahku yaitu Ahmad ( Muhammad)”.Pemerintah Romawi tidak menyukai kehadiran Nabi Isa as yang dianggap membahayakan imperium mereka. Mereka bermaksud  untuk membunuh nabi Isa. Salah seorang murid Nabi Isa yang bernama Yudas berkhianat, dialah yang menunjukkan tempat persembunyian nabi Isa. Tetapi Allah melindungi nabi Isa, beliau diangkat ke langit, sedang Yudas yang berkhianat itu diserupakan wajah dan penampilan seperti Nabi Isa, maka Yudas lah yang ditangkap dan disalib tentara Romawi.

 SEBELUM KAMI DATANG KAN AJAL YANG TELAH KAMI TETAPKAN KEATAS HAMBA HAMBA KAMI ;KAMI DATANG KAN UJIAN AKHIR BAGI NYA ;AGAR DAPAT KAMI MELIHAT SEJAUH MANA KEBENARAN DAN KEIKLASAN MEREKA; 

  • “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (al-Anbiya’: 35)

  • Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:" Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.(al-Mu'minun 99-100)
  1. BILA SEBUT MANUSIA HAMBA ALLAH MAHLUK CIPTAAN ALLAH BAIK MANUSIA MELAYU ATAU PUN ARAB ;SEBAGAI MANA WAKTU HIDUP ATAS DUNIA JIKA BANYAK BERBUAT AMALAN SOLEH ALLAH TUNJUKKAN SYURGA BUAT NYA,SEBAGAI MANA BANYAK PERBUATAN DOSA DAN NODA DI DUNIA ALLAH TUNJUK BAGI NYA NERAKA BUAT NYA;



saka'sihir'santau;ulser'barah


  1. penyakit keturunan 
  2. penyakit yang biasa dialami ibu atau bapak;
  3. penyakit yang pernah di alami saudara ibu atau bapak;
  4. penyakit yang pernah di alami datok dan nenek ibu atau bapak;
       penyakit yang selalu di alami oleh seseorang yang mana di namakan sebagai penyakit keturunan . baik dari segi sain di namakan ulser atau barah ; dalam perubatan islam dan tradisional; saka ;sihir atau santau; 

         sebagai mana di peringkat awal dikenali 
  • Santau secara umumnya digunakan bagi meracun dan membunuh atau melumpuhkan musuh.
  • Santau sukar dikesan siapa yang melakukannya kerana ia tidak dilakukan secara berhadapan, tetapi secara bersembunyi. 

Pesakit juga akan merasa lesu dan deman, tidak boleh tidur malam, rasa gelisah, dan tidak berupaya berfikir seperti biasa. Kadangkala mangsa akan muntah darah. Darah yang keluar adalah akibat luka atau kerosakan mana-mana organ dalam badan dan akibat terkena bisa santau atau bahan-bahan yang melukakan.
  • Apabila batuk sampai ketahap serius, pesakit akan muntah darah bercampur dengan nanah. Pesakit kadang-kadang akan berasa seolah-olah ada rasa busuk keluar dari saluran tekaknya. Ini terjadi akibat luka yang telah menanah dari mana-mana organ dalam badan.
  • Hasil gambar untuk barah perut membuncitsebagai mana penyakit santau dan saka di namakan ulser perut ;
  •   SALAH satu punca utama pendarahan dalam perut yang menyebabkan seseorang muntah darah atau membuang najis berwarna hitam seperti tar (malaena) ialah ulser pada perut.
    Ulser perut yang juga dikenali sebagai ulser peptik merupakan satu keadaan di mana selaput dalaman perut mengalami luka.
    Selain di perut, ulser juga boleh berlaku pada bahagian usus kecil (duodenal ulcer).
    Sakit pada perut (abdomen) terutama di hulu hati adalah biasa dengan anggaran 90 peratus pesakit PUD mengalami sakit pada bahagian tersebut. Ia boleh berlaku selepas atau sebelum makan dan kadang-kadang pada waktu malam.
    Punca sebenar penyakit ini tidak semestinya berkaitan dengan keasidan, namun ia berkurangan dengan ubat antacid.
    Gejala-gejala lain ialah:
    * Sekiranya berlaku pendarahan ulser, najis pesakit akan menjadi hitam dan melekit.
    * Kesakitan di seluruh bahagian perut jika ulser perut telah pecah.
    * Kesumbatan pada perut yang mengakibatkan pesakit muntah, rasa cepat kenyang dan berat badan menurun. Masalah ini timbul sekiranya ulser terjadi di antara perut dan usus (duodenum).

sebagai mana penyakit saka yang mana di namakan sebagai penyakit keturunan yang membunuh ramai orang yang terdekat dan tiada ubatan yang mampu menghalang penyakit ini melaikan sebagai mana telah allah azawajalla berfirman;allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan kesengsaraan dan kemelaratan agar mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.” (QS. Al An’am: 42)


Tidak heran jika ada sebagian orang saat tertimpa musibah malah justru bergembira sebagaimana bergembira ketika mendapat kelapangan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “…dan sesungguhnya salah seorang mereka benar-benar merasa gembira karena mendapat cobaan, sebagaimana salah seorang mereka merasa senang karena memperoleh kelapangan.” (HR Ibnu Majah dan Al Hakim, beliau berkata, “Shahih menurut syarat Muslim.” Disepakati oleh Adz Dzahabi)

Hiburan untuk Orang yang Tertimpa Musibah


Rasulullah  ﷺ bersabda, “Tidaklah seorang muslim yang tertimpa gangguan berupa penyakit atau semacamnya, kecuali Allah akan menggugurkan bersama dengannya dosa-dosanya, sebagaimana pohon yang menggugurkan dedaunannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bencana senantiasa menimpa seorang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya, dan hartanya sampai ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya.” (HR. At Tirmidzi, dan beliau berkomentar, “Hasan shahih.”, Imam Ahmad, dan lainnya)
Sesungguhnya besarnya pahala itu berbanding lurus dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Siapa yang ridha, baginya ridha(Nya), namun siapa yang murka, maka baginya kemurkaan(Nya).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.


  1. ] Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.

Syahid: Mati Karena Sakit Perut;

Syuhada itu ada lima, yaitu orang yang meninggal karena penyakit tha’un, orang yang meninggal karena penyakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang meninggal karena tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.” [1]


Siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang meninggal di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit tha’un2 maka ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit perut maka ia syahid, dan siapa yang tenggelam ia syahid.” [2]


Dalam kitab Fathul Bari  terdapat Bab: obat sakit perut dan terdapat hadits dalam shaihain dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, beliau  bersabda,
“Orang yang karena sakit perut adalah syahid, Orang yang karena sakit perut adalah syahid”
Yang dimaksud di sini adalah baginya pahala mati syahid. Akan tetapi mayatnya tidak diurus sebagaimana orang mati syahid (orang yang mati syahid tidak perlu dimandikan dan dikafani, pent).  Maka jasadnya tetap dimandikan, dikafani dan dishalatkan berbeda dengan syahid di medan peperangan maka ia dikubur dengan pakaian syahidnya di dunia, tidak dimandikan, tidak dishalatkan sebagaimana pendapat yang masyhur di kalangan ulama. Wallahu a’lam[3]