Khamis, 4 Januari 2018

tatacara sujud


  1. Foto
  2. Dalam kitab Ashli Shifah Shalaah Al-Nabi shallallahu’alaihi wasallam (2/736), ketika beliau menjelaskan tentang tatacara sujud dan sampai pada pembahasan ini, beliau berkata : “Dan beliau shallallahu’alaihi wasallam (dalam sujud) merapatkan kedua tumitnya”. Dalam catatan kaki, beliau menyertakan takhrij hadis “merapatkan kedua tumit ini” dengan berkata: “Dalilnya berasal ;
  3. hadis Aisyah radhiyallahu’anha yang berkata:
  4. فقدت رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -وكان معي على فراشي-؛ فوجدته ساجداً، راصّاً عقبيه ،مستقبلاً بأطراف أصابعه القبلة، … الخ.
  5. Artinya: “Saya kehilangan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam (padahal awalnya beliau bersama saya ditempat tidur)… ternyata (setelah mencarinya dalam gelap), saya mendapatinya sedang sujud (dalam shalat), sambil merapatkan kedua tumitnya, dan menghadapkan ujung-ujung jari kakinya kekiblat…”Lalu beliau menyebutkan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Al-Thahawi dalam Al-Musykil (1/30), Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya (no,654), Al-Hakim dalam Mustadrak (1/228), dan Al-Baihaqi dalam Sunan Kurba (2/116) semuanya dari jalur Said bin Abi Maryam, dari Yahya bin Ayub, dari ‘Umarah bin Ghaziyyah, dari Abu Al-Nadhr, dari ‘Urwah, dari Aisyah radhiyallahu’anha. Beliau lantas menilai hadis ini shahih sesuai dengan syarat keshahihan menurut Muslim. Dan hadis ini dinilai shahih oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Al-Talkhis (3/475).

  1. Tambahan Penulis: Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya (no.1933), dari jalur Said bin Abi Maryam, dengan sanad diatas.


  1.  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku diperintahkan untuk bersujud dengan bertumpu pada tujuh anggota badan: Dahi –dan beliau berisyarat dengan menyentuhkan tangan ke hidung beliau–, dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung-ujung dua kaki.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
  2. “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan kedua tangannya (ketika sujud) sejajar dengan pundaknya.” (HR. Abu Daud, Turmudzi dan dishahihkan Al Albani dalam Sifat Shalat, Hal. 141)
  3. Beliau menghadapkan jari-jarinya ke arah kiblat.” (HR. Al Baihaqi dengan sanad shahi
  4. meletakkan kedua tangannya (ketika sujud) sejajar dengan pundaknya.” (HR. Abu Daud, 
  5. Apabila seorang dari kamu sujud, maka janganlah ia duduk seperti duduknya (berlututnya) onta, tetapi hendaklah ia meletakkan dua tangannya itu lebih dulu daripada dua lututnya”.



pertahankan islam

FotoFoto
Foto
  • Nabi Sulaiman (‘alaihis salam) ialah seorang raja dan nabiyulloh, selain itu.. Beliau diberikan mu’jizat oleh Alloh ta’ala untuk memerintah dan menundukan bangsa jin serta mengetahui bahasa binatang. Beliau memiliki karisma, sehingga anak buahnya senantiasa menta’ati perintah beliau, bi idznillah.

  1. Kisah Cinta Nabi Sulaiman dan Puteri Balqis diawali ketika Nabi Sulaiman menghimpun semua balai tentaranya, mulai dari para binatang, bangsa jin, dan manusia. Semua balai tentara dari Nabiyulloh Sulaiman berkumpul di pendopo. Semuanya datang, kecuali burung Hud-hud;Beberapa saat kemudian, burung Hud-hud pun tiba. Kedatanganya tersebut menampakan kelelahan, sepertinya, burung itu telah menjalani terbang jauh dengan kecepatan tinggi.,Bagaimana bisa kau datang terlambat?”Burung Hud-hud pun merespon pertanyaan Nabi Sulaiman, “sebetulnya aku telah terbang jauh ke negeri yang engkau belum pernah kesana. Negeri ini bernama Saba’ dan diperintah oleh seorang Puteri. Mereka makmur namun menyembah matahari.”
  2. Singkat cerita, surat Nabi Sulaiman tersebu“Innahu min Sulaimaana wa innahuu Bismillahir rohmaanir rohiim.” (Q.S an-Naml : 30)“Allaa ta’luu ‘alayya wa’ tuunii muslimiiin.” (Q.S an-Naml : 31)Itulah pembukaan surat yang ditulis oleh Nabi Sulaiman. L
  3. Puteri Balqis memutuskan untuk mengirim utusan sambil membawa berbagai hadiah yang menarik untuk Nabi Sulaiman
  4. Puteri Balqis membawa laskarnya yang terpilih. Mereka berangkat menuju kerajaan Sulaiman.Puteri Balqis dipersilahkan duduk, dan kemudian beliau berkata, “SInggasana ini mirip sekali dengan singgasana milik ku.”, lantas Nabi Sulaiman berkata, “Benarkah?”, “Betul, ini terasa seperti singgasana milik ku”.Mendengar Jawaban dari Puteri Balqis tersebut, Nabi Sulaiman merespon, “Sesungguhnya yang kau duduki itu memang benar singgasana mu. Singgasana tersebut aku pindahkan kesini sebelum dirimu datang kemari.” 
  5. “Tak perlu kau angkat gamis mu itu, ini hanya lantai kaca, bukanlah air” Kata Nabi Sulaiman sambil mengembangkan senyumnya. Selepas kejadian inilah, kerajaan nabi Sulaiman dan negeri Saba’ bekerja sama. Kemudian, atas izin Alloh ta’ala Kisah Cinta Nabi Sulaiman dan Puteri Balqis ,