Hidayah milik allah dan pada siapa yang bakal allah alirkan cahaya hidayah dari nya kedalam hati sanubari mana mana individual itu hak allah dan telah allah tetapkan dalamkitab kitab catatan qadak dan qadar seseorang tampa ada yang membantu qalam nya.,,. sebagai mana biasa bila sebut hidayah maka jelas bagi kita bahawa orang yang terima hidayah mereka yang berubah dari kehidupan kejahilan kearah bertamadun .,.,.,
Sebagai mana kisah kisah artis melayu islam yang mana terpancar dalam sanubari mereka keingginan dan terasa sayang untuk meninggalkan perkara yang dahulu nya sebelum allah pancar kan nur muhamat kedalam hati sanubari mereka ia nya merupakan perkara biasa sebagai mana tudung kebanyakkan kita dengar kisah artis melayu islam menerima hidayah dari pertama kali mendengar ayat quran atau bermimpi lalu terus berhijrah dari tak bertudung ke arah artis melayu islam yang bertudung dan kekal dalam kehidupan artis seharian nya .,.,
Belum ada yang berani atau memberanikan diri untuk kembali jahil membuka aurat atau tudung yang mana allah telah pancarkan nur muhamat dalam diri insan itu sendiri berupa keingginan berupa cahaya di bawah cahaya allah bila hati sanubari tempat tinggal nya roh di mana ridi insan itu sendiri ,.,.
Bila allah bolak balik kan hati seseorang maka waktu itu terlihat lah keindahan pada wajjah penghijrahan insan yang menerima hidayah allah,..,., jelas dalam quran bahawa tiap hidayah itu milik allah dan jelas allah menerangkan bahawa ,.,. Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).dari ayat ini ibnu katsir menjelaskan bahawa ayat ini dihuraikan “Allah mengetahui siapa saja dari hambanya yang layak mendapatkan hidayah, dan siapa saja yang tidak pantas mendapatkannya”.
Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al-Utsaimin menerangkan, “Hidayah di sini maknanya adalah hidayah petunjuk dan taufik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan hidayah ini kepada orang yang pantas mendapatkannya, karena segala sesuatu yang dikaitkan dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka mesti mengikuti hikmah-Nya.” Rasulullah s.a.w. berkata: “Sesungguhnya di dalam jasad ada sebongkah daging; jika ia baik maka baiklah jasad seluruhnya, jika ia rusak maka rusaklah jasad seluruhnya; bongkahan daging itu adalah al-kabd”.
Hadits di atas jelas menyebut qalbu sebagai bongkahan daging (benda fisik) yang terkait langsung dengan keadaan jasad atau tubuh manusia. Bongkahan daging mana yang kalau ia sakit atau rusak maka seluruh jasad akan rusak?
Qalbu adalah hati sanubari yang mana diri insan itu sendiri tempat tinggalnya roh yang mana erti kata lain nyawa dan di sini lah bermula nya niat seseorang ,. sebagai mana kita ketahui bila seseorang inggin atau berkeingginan berjalan dalam semak lalu niat menghentikan pergerakkan jasat nya tubuh badan nya ,bila niat menyatakan ada ular dalam semak kaki sebagai mana kuat sebagai mana angkuh tak mampu bergerak atau melangkah sebab hati sanubari kuat berbisik menyatakan ada ular dalam semak ,. niat bermula dari bisikan lalu akal akan memproses data niat dan tindakan balas dari tubuh badan ,.,. sebagai mana niat seseorang berkeingginan untuk melakukan pembunuhan maka waktu itu hati sanubari berbisik kuat tentang keingginan membunuh akal bertindak memproses data dengan mendatang kan perasaan marah perasaan tidak puas hati perasaan inggin melakukan pembunuhan itu dan jasat akan bertindak egerasif dan sel sel darah bertindak dengan memperkuatkan langkah dan waktu itu berlakulah perbuatan .,,.niat adalah segala yang bakal di lakukan .,,.niat penting dalamorgan tubuh jasat bagi mengawal setiap fungdi lain,.,. sebagai mana niat dari hati tampa niat manusia tak mampu melakukan sesuatu .,,.sebagai mana seseorang yang hilang inggatan atau kurang warang bila berjalan tampa arah tuju ,..,bila melakukan pembunuhan tampa kesedaran dan tujuan .,,.tampa niat manusia akan di gelar gila atau hilang akal,.., wallahuaklam bissawab .,.,
