KISAH NAFSU,..,.,.,
Surat Al-Jatsiyah : 23“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah Telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” “Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang.” (Qs. Yusuf 53)
DUA AYAT INI MENERANGKAN TENTANG NAFSU ,..
Sebagai mana nur muhamat akal dan nafsu mahluk yang utama allah jadikan dari cahaya cinta suci illah ,.., Allah menciptakan nafsu, Allah pun berfirman, “Wahai nafsu, menghadaplah kamu.” Nafsu tidak menjawab sepatah kata pun malah mendiamkan diri. Kemudian Allah berfirman lagi, “Siapakah engkau, siapakah aku?” Lalu nafsu berkata, “aku adalah aku, engkau adalah engkau.” Setelah itu Allah menghukum nafsu selama ratusan tahun di neraka yang sangat panas! Kemudian Allah mengeluarkannya dan berfirman, “Siapakah engkau dan siapakah aku?” Lalu nafsu berkata, “aku adalah aku, engkau adalah engkau.” Setelah itu Allah menghukum nafsu selama ratusan tahun di neraka yang sangat dingin! Kemudian Allah mengeluarkannya dan berfirman lagi,”wahai nafsu siapa kamu?” Lalu nafsu menjawab “aku adalah aku, engkau adalah engkau.” Lalu Allah berfirman,”Masih begitu juga engkau nafsu?” Lalu Allah masukan lagi nafsu ke neraka selama ratusan tahun dan dilaparkan! Setelah itu Allah berfirman kepada nafsu,”Wahai nafsu siapa kamu?” Lalu nafsu menjawab aku adalah hamba-Mu dan Engkau adalah tuhanku. Lalu Allah berfirman “Wahai nafsu sekarang engkau masuklah bersama tubuh anak Adam”. Nah, baik otak maupun nafsu keduanya ada di dalam tubuh kita. Nafsu itu sendiri tidak bias kita hilangkan, melainkan hanya bias kita kendalikan. Bagaimana caranya?
Selain dengan cara seperti kisah diatas yaitu melaparkan nafsu atau berpuasa, kita bisa lebih mudah mengendalikan hawa nafsu dengan cara menggunakan otak kita. Ya, menggunakan otak kita! Terkadang, ketika kita malas melakukan kewajiban kita sebagai seorang hamba, maka ingatlah bahwa semua perintah Allah pasti memiliki kebaikan untuk diri kita, dijamin tidak ada yang tidak memiliki kebaikan untuk kita. Maka ketika malas, gunakanlah otak kita dan carilah manfaat yang akan kita dapat di dunia jika kita melakukan perintah-Nya, manfat dari sisi kesehatan misalnya. Demikian pula ketika kita ingin melakukan hal yang dilarang oleh Allah, maka gunakanlah otak kita dan carilah dampak buruk yang akan kita dapatkan jika kita tetap melanggarnya. Kita akan lebih mudah melaksanakan semua kewajiban dan meninggalkan semua larangan, jika kita sudah mengetahui manfaatnya. Perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini juga sudah dengan sangat mudah membuktikan segala manfaat dari semua perintah Allah dan keburukan dari segala larangannya. Berkaitan dengan hal itu, selama Ramadhan ini (semoga konkrit) dan juga untuk seterusnya (semoga konkrit juga), saya akan sebuah kategori tulisan baru yaitu ‘Islam dan Ilmu Pengetahuan’. Semua tulisan pada kategori ini akan membuktikan dampak positif dari perintah-perintah dan larangan-larangan Allah yang terkadang bagi kita tidak terasa manfaatnya! Insyaallah akan membuat kita semakin mudah menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan, juga membuat kita bisa menjawab jika ada orang non muslim yang sekedar iseng atau ingin tahu kenapa umat islam harus begini dan begitu.
Nafsu sebagai mana kita wajib ketahui bahawa permulaan bagaikan anak kecil yang sentiasa berkeingginan untuk merasai diri sihat dan muda tampa kira usia ,.., dari sini nafsu mula mengorak langkah nya untuk bersuka suka dengan dunia cinta hakikat keingginan nafsu hanya untuk manusia berkembang biak sebagai mana akal yang allah ciptakan untuk manusia mengigati dan tahu membezakan yang baik dan yang buruk yang salah dan yang benar dalam kehidupan ini akal umpama seorang ibu dan nafsu bagaikan seorang anak kecil yang baru mengenali dan inggin mencuba jadi bila ibu pandai menjaga anak nya maka terjaga lah nafsu nya jika ibu tak pandai menjaga anak nya maka rosak lah kehidupan anak nya terjerumus dalam kancah dosa dan kehinaan,.,.,. namun setiap apa jua telah allah tetapkan sebagai takdir seseorang tak perlu risau akan nasib kita kerna kita hamba dan allah telah menulis jalan hidup kita seawal masa azali,.,. sebagai mana allah jelaskan sehingga mana seseorang yang di takdirkan masuk kedalam syurga sejengkal lagi usia nya ajal nya menjemput ia nya akan berubah kearah yang telah allah tetapkan berubah menjadi sebagai mana penghuni penghuni neraka yang lain berbuat dosa dan kemungkaran sebagai mana mereka walau pun pada permulaan hidup nya telah allah sawt tetapkan sebagai seorang yang berahlak dan menjaga hak dan batil tetapan allah tiada yang mampu ubah sebagai mana kita ketahui,..,.,
Surat Al-Jatsiyah : 23“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah Telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” “Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang.” (Qs. Yusuf 53)
DUA AYAT INI MENERANGKAN TENTANG NAFSU ,..
Sebagai mana nur muhamat akal dan nafsu mahluk yang utama allah jadikan dari cahaya cinta suci illah ,.., Allah menciptakan nafsu, Allah pun berfirman, “Wahai nafsu, menghadaplah kamu.” Nafsu tidak menjawab sepatah kata pun malah mendiamkan diri. Kemudian Allah berfirman lagi, “Siapakah engkau, siapakah aku?” Lalu nafsu berkata, “aku adalah aku, engkau adalah engkau.” Setelah itu Allah menghukum nafsu selama ratusan tahun di neraka yang sangat panas! Kemudian Allah mengeluarkannya dan berfirman, “Siapakah engkau dan siapakah aku?” Lalu nafsu berkata, “aku adalah aku, engkau adalah engkau.” Setelah itu Allah menghukum nafsu selama ratusan tahun di neraka yang sangat dingin! Kemudian Allah mengeluarkannya dan berfirman lagi,”wahai nafsu siapa kamu?” Lalu nafsu menjawab “aku adalah aku, engkau adalah engkau.” Lalu Allah berfirman,”Masih begitu juga engkau nafsu?” Lalu Allah masukan lagi nafsu ke neraka selama ratusan tahun dan dilaparkan! Setelah itu Allah berfirman kepada nafsu,”Wahai nafsu siapa kamu?” Lalu nafsu menjawab aku adalah hamba-Mu dan Engkau adalah tuhanku. Lalu Allah berfirman “Wahai nafsu sekarang engkau masuklah bersama tubuh anak Adam”. Nah, baik otak maupun nafsu keduanya ada di dalam tubuh kita. Nafsu itu sendiri tidak bias kita hilangkan, melainkan hanya bias kita kendalikan. Bagaimana caranya?
Selain dengan cara seperti kisah diatas yaitu melaparkan nafsu atau berpuasa, kita bisa lebih mudah mengendalikan hawa nafsu dengan cara menggunakan otak kita. Ya, menggunakan otak kita! Terkadang, ketika kita malas melakukan kewajiban kita sebagai seorang hamba, maka ingatlah bahwa semua perintah Allah pasti memiliki kebaikan untuk diri kita, dijamin tidak ada yang tidak memiliki kebaikan untuk kita. Maka ketika malas, gunakanlah otak kita dan carilah manfaat yang akan kita dapat di dunia jika kita melakukan perintah-Nya, manfat dari sisi kesehatan misalnya. Demikian pula ketika kita ingin melakukan hal yang dilarang oleh Allah, maka gunakanlah otak kita dan carilah dampak buruk yang akan kita dapatkan jika kita tetap melanggarnya. Kita akan lebih mudah melaksanakan semua kewajiban dan meninggalkan semua larangan, jika kita sudah mengetahui manfaatnya. Perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini juga sudah dengan sangat mudah membuktikan segala manfaat dari semua perintah Allah dan keburukan dari segala larangannya. Berkaitan dengan hal itu, selama Ramadhan ini (semoga konkrit) dan juga untuk seterusnya (semoga konkrit juga), saya akan sebuah kategori tulisan baru yaitu ‘Islam dan Ilmu Pengetahuan’. Semua tulisan pada kategori ini akan membuktikan dampak positif dari perintah-perintah dan larangan-larangan Allah yang terkadang bagi kita tidak terasa manfaatnya! Insyaallah akan membuat kita semakin mudah menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan, juga membuat kita bisa menjawab jika ada orang non muslim yang sekedar iseng atau ingin tahu kenapa umat islam harus begini dan begitu.
Nafsu sebagai mana kita wajib ketahui bahawa permulaan bagaikan anak kecil yang sentiasa berkeingginan untuk merasai diri sihat dan muda tampa kira usia ,.., dari sini nafsu mula mengorak langkah nya untuk bersuka suka dengan dunia cinta hakikat keingginan nafsu hanya untuk manusia berkembang biak sebagai mana akal yang allah ciptakan untuk manusia mengigati dan tahu membezakan yang baik dan yang buruk yang salah dan yang benar dalam kehidupan ini akal umpama seorang ibu dan nafsu bagaikan seorang anak kecil yang baru mengenali dan inggin mencuba jadi bila ibu pandai menjaga anak nya maka terjaga lah nafsu nya jika ibu tak pandai menjaga anak nya maka rosak lah kehidupan anak nya terjerumus dalam kancah dosa dan kehinaan,.,.,. namun setiap apa jua telah allah tetapkan sebagai takdir seseorang tak perlu risau akan nasib kita kerna kita hamba dan allah telah menulis jalan hidup kita seawal masa azali,.,. sebagai mana allah jelaskan sehingga mana seseorang yang di takdirkan masuk kedalam syurga sejengkal lagi usia nya ajal nya menjemput ia nya akan berubah kearah yang telah allah tetapkan berubah menjadi sebagai mana penghuni penghuni neraka yang lain berbuat dosa dan kemungkaran sebagai mana mereka walau pun pada permulaan hidup nya telah allah sawt tetapkan sebagai seorang yang berahlak dan menjaga hak dan batil tetapan allah tiada yang mampu ubah sebagai mana kita ketahui,..,.,