Selasa, 26 Disember 2017

20 sifat mustahil bagi allah


  1. allah bodoh dan bengong tak miliki akal ; allah tak punya hati dan perasaan ; allah tak miliki apa apa pengetahuan tiap mahluk nya ; allah tak mampu mengubah sesuatu yang bakal mahluk yang berkuasa lakukan keatas mahluk kerdil ;allah tak miliki kudrat untuk melawan mahluk berkuasa di bumi ; allah jua tak mampu berbuat apa apa keatas mahluk yang berkuasa di bumi ;sifat mustahil bagi allah keatas pimpinan nya kekuasaan nya; 
  2. sifat 20 wajib keatas tiap ahli sunah ;mati tiap mahluk allah tak mampu ketahui dan bila akan terjadi dan berlaku; atas bumi ada mahluk yang berkuasa dan menjadikan tiap mahluk kerdil hamba nya tampa allah ketahui akan kejadian itu ; 
  3. allah tak mampu mengubah apa apa jua rezeki mahluk di bumi ; allah jua tak mampu  menyelamat atau memberi bantuan keatas tiap mahluk di bumi ; allah sebagai mana patung duduk keras di kursyi diatas aras nya;tak tahu apa yang sedang terjadi dan berlaku; 
  4. allah tak mampu mengubah apa apa jua kematian atau jua rezeki atau jodoh atau kesihatan ; semua itu berlaku atas kekuasaan mahluk yang berkuasa di atas mahluk yang kerdil; Hasil gambar untuk 20 sifat mustahil bagi allah

takdir milik allah ;

Kata takdir berasal dari bahasa Arab yang merupakan bentuk mashdar dari qaddara(قدر) yang berarti kemampuan dalam melakukan sesuatu. Dalam kamus Lisan al Arab, kata qadara berarti salah satu sifat Allah yang mampu melakukan apa saja yang Ia kehendaki. Takdir berkaitan erat dengan qadha dimana takdir adalah perwujudan dari qadha Allah dalam memutuskan sesuatu.[1] Sedangkan dalam kamus Mu’jam Maqayis al Lughah, kata qadara berarti sampainya sesuatu. Qadr juga berarti ketetapan Allah terhadap sesuatu yang telah sampai waktunya dan merupakan penjelasan dari kehendakNya terhadap sesuatu itu.[2] Dan dalam kamus al Munawwir, kata qadr berarti ukuran, kuasa dan kemampuan. takdir tiap manusia telah tetap akan tetap;i ketetapan allah boleh berubah mengikut hak pemilik bumi dan langgit; Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina. Kemudian Kami tempatkan dia di dalam tempat yang kokoh (rahim). Sampai waktu yang ditentukan. Lalu Kami tentukan (bentuknya), Kami adalah sebaik-baik yang menentukan”. setiap islam muknin mukminin wajib mempercayainya ; namun tahap kepercayaan tiap seseorang dalam takdir allah mengikut tahap keimanan seseorang; sebagai mana rasulullah bersabda iman miliki tiga tahap ;pertama yakin kedua inol yakin ketiga imal yakin ; tahap pertama tahap iman orang awam tahap kedua tahap iman orang khususan dan yang ketiga tahap tabien rasul nabi dan wali wali allah; sebagai mana kisah nabi ayob percaya bahawa setiap penyakit datang dari allah dan allah lah yang menyembuhkan nya; sebagai mana jelas allah terangkan; Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaih-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS. Shad: 44) Nabi Ayub AS menderita penyakit kronis dalam jangka waktu yang cukup lama, dimana sahabat dan familinya telah melupakannya, maka ia menyeru Rabbnya, “(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” (Al-Anbiya’: 83). Dikatakan kepadanya, “Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.” (Shad: 42). Nabi Ayub AS menghantamkan kakinya, maka memancarlah mata air yang dingin karena hantaman kakinya tersebut. Dikatakan kepadanya, “Minumlah darinya serta mandilah.” Nabi Ayub AS melakukannya, maka Allah Ta’ala menghilangkan penyakit yang menimpa bathinnya dan lahirnya. Anas bin Malik RA dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya Nabi Allah Ayub AS diuji dengan musibah tersebut selama delapan belas tahun, dimana keluarga dekat serta keluarga yang jauh telah menolaknya dan mengusirnya kecuali dua orang laki-laki dari saudara-saudaranya, dimana keduanya telah memberinya makan dan mengunjunginya. Kemudian pada suatu hari salah seorang dari kedua saudaranya itu berkata kepada saudaranya yang satu, ‘Demi Allah, perlu diketahui, bahwa Ayub telah melakukan suatu dosa yang belum pernah dilakukan siapa pun di dunia ini.’ Sahabatnya itu bertanya, ‘Dosa apakah itu?.’ Saudaranya tadi berkata, ‘Selama delapan belas tahun Allah tidak merahmatinya, sehingga menyembuhkannya dari penyakit yang dideritanya.’ Ketika keduanya mengunjungi Ayub AS maka salah seorang dari kedua saudaranya itu tidak dapat menahan kesabarannya, sehingga ia menyampaikan pembicaraan tersebut kepadanya. Ayub AS menjawab, ‘Aku tidak mengetahui apa yang kamu berdua bicarakan, kecuali Allah Ta’ala telah memberitahukan; bahwa aku diperintah untuk mendatangi dua orang laki-laki yang berselisih supaya keduanya mengingat Allah. Sedang aku akan kembali ke rumahku dan menutup diri dari keduanya, karena merasa benci mengingat Allah, kecuali dalam kebanaran.’”

takdir milik allah


Hasil gambar untuk takdir allah
Hasil gambar untuk takdir allah
Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah” (QS. Al Hajj : 70). sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “… Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi” (HR. Muslim) telah allah tetgapkan ketentuan nasip seseorang sejak alam roh di mana tersimpan di lauh mahfus ; sebagai mana sabda rasulullah saw. jelas kelihatan pada setiap mahluk baik ia nya melayu arab atau pun apa jua bangsa dan agama nya; sebagai mana jelas kelihatan pada seorang kanak kanak yang sering kita temui atau anak anak saudara mara kita sewaktu ia nya masih alam remaja dan masih di bawah jagaan dan perhatian kasih sayang ibu dan bapak atau datok dan nenek mereka kita lihat jauh dan jelas kelihatan ketakutan dan agak sukar akan kita meramalkan masa hadapan mereka namun bila mana telah tiba usia dan waktu yang telah allah takdirkan dalam kitab takdir lauh mahfus mereka jelas sekali bahawa ramalan kita tentang kehidupan mereka jauh meleset dan tidak sebagai mana kita jangkakan; sebagai mana kita melihat takdir atau nasip seorang aji atau seorang yang agak berilmu agama ketika waktu masih bujang dan di bawah tanggungan ibu dan bapak kita mengjangkakan sesuatu namun bila takdir allah jelas kelihatan bila mana waktu tiba dan takdir allah lebih mengetahui sebelum ajal ibu dan bapak nya anak aji yang baik beragama yang selama ini kita jangkakan akan terus dengan takdir nya berubah berumah besar berkereta besar berbini besar dan keluarga besar dan jua bergaji besar; sebagai mana takdir setiap insan jelas allah menyatakan dalam quran dan hadis bahawa telah tersemat di lauh mahfus sejak puluhan ribu tahun sebelum alam diciptakan kita melihat sdeorang anak remaja yang sewaktu masih di bawah jagaan ibu dan bapak nya senantiasa bersama dengan rakan hidup dengan kemewahan dan keseronokan namun bila mana tiba waktu takdir nya allah tetapkan semua itu tiada yang mustahil bagi allah untuk menjadikan yang aji seorang kaya raya dan berharta yang romeo kaki masjid dan mengaji semua nya telah gterbtulis sejak awal kelahiran alam sehingga lah alam di tiup sangkakala.,., jadi setiap dari kita tak perlu menuding jari keatas seseorang yang lain kerna syurga atau neraka telah allah ciptakan sejak awal penciptaan dan setiap penghuni nya jua teklah allah tetapkan seawal awal penciptaan bumi,.., sebagai mana jelas allah berfirman dalam quran dan hadis; Mengimani penciptaan Allah,bahwa Allah Ta’ala menciptakan segala sesuatu baik yang besar maupun kecil, yang nyata dan tersembunyi,. Ciptaan Allah mencakup segala sesuatu dari bagian makhluk beserta sifat-sifatnya dan segala sesuatu berupa perkataan dan perbuatan makhluk. Dalil kedua prinsip di atas adalah firman Allah Ta’ala(yang artinya), “Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Kepunyaan-Nya lah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.”(QS. Az Zumar : 62-63). Juga firman-Nya (yang artinya), “Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu“.” (QS. As Shaffat : 96). (lihat Taqriib Tadmuriyah) Semua yang telah Allah takdirkan kepada kita memang takkan selamanya berupa kebaikan, tapi percayalah bahwa segala sesuatu yang Allah takdirkan kepada kita itulah yang terbaik. Maka, bersyukurlah dan selalu berbaik sangkalah kepada ketentuan-ketentuan yang telah Allah tetapkan kepada kita. Karena Allah adalah Dzat yang maha tahu dan maha mengatur segala-segalanya. Allah Tidak Menjanjikan Hidup Hamba-Nya Selalu Mudah, Tapi Allah Berjanji Untuk Selalu Bersama Hamba-Nya Dan jangan pernah lupa, bahwa Allah tidak menjanjikan hidup kita akan selalu mudah, tetapi Allah berjanji untuk selalu bersama kita. Lalu untuk apa kita masih merasa resah dan gelisah menghadapi takdir dari-Nya, jika sang penentu takdir sudah menjamin untuk selalu bersama kita baik suka ataupun duka. Syukurilah Segala Sesuatu Yang Telah Allah Tetapkan Kepada Kita,Allah Tahu Yang Terbaik Untuk Hamba-Hambanya, Jadi Bersabarlah Jika Segala Sesuatu Yang Datang Terkadang Tidak Sesuai Dengan Harapan Sesungguhnya Allah Taala mengutus seorang malaikat di dalam rahim. Malaikat itu berkata: Ya Tuhan! Masih berupa air mani. Ya Tuhan! Sudah menjadi segumpal darah. Ya Tuhan! Sudah menjadi segumpal daging. Manakala Allah sudah memutuskan untuk menciptakannya menjadi manusia, maka malaikat akan berkata: Ya Tuhan! Diciptakan sebagai lelaki ataukah perempuan? Sengsara ataukah bahagia? Bagaimanakah rezekinya? Dan bagaimanakah ajalnya? Semua itu sudah ditentukan dalam perut ibunya. (Shahih Muslim No.4785) Rasulullah saw. ditanya: Wahai Rasulullah! Apakah sudah diketahui orang yang akan menjadi penghuni surga dan orang yang akan menjadi penghuni neraka? Rasulullah saw. menjawab: Ya. Kemudian beliau ditanya lagi: Jadi untuk apa orang-orang harus beramal? Rasulullah saw. menjawab: Setiap orang akan dimudahkan untuk melakukan apa yang telah menjadi takdirnya. (Shahih Muslim No.4789) Rasulullah saw. bersabda: Pernah Adam dan Musa saling berdebat. Kata Musa: Wahai Adam, kamu adalah nenek moyang kami, kamu telah mengecewakan harapan kami dan mengeluarkan kami dari surga. Adam menjawab: Kamu Musa, Allah telah memilihmu untuk diajak berbicara dengan kalam-Nya dan Allah telah menuliskan untukmu dengan tangan-Nya. Apakah kamu akan menyalahkan aku karena suatu perkara yang telah Allah tentukan empat puluh tahun sebelum Dia menciptakan aku? Nabi saw. bersabda: Akhirnya Adam menang berdebat dengan Musa, akhirnya Adam menang berdebat dengan Musa. (Shahih Muslim No.4793) Bahwa Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya Allah telah menentukan kadar nasib setiap manusia untuk berzina yang pasti akan dikerjakan olehnya dan tidak dapat dihindari. Zina kedua mata ialah memandang, zina lisan (lidah) ialah mengucapkan, sedangkan jiwa berharap dan berkeinginan dan kemaluanlah (alat kelamin) yang akan membenarkan atau mendustakan hal itu. (Shahih Muslim No.4801)