hukum membolehkan pembunuhan kanak kanak atau bayi belum capai umur 5tahun baik apa jua bangsa atau agama nya kerna syurga milik nya tampa hisaf dan allah azawajalla maha penyayang dan maha pengasih,.,. hukum mahruh ,.dan hanya haram sebagai mana pengharaman yang lain tidak sebagai mana pembunuhan jiwa ora ng perseoranggan apatah lagi jiwa seorang islam baik pemuda atau lelaki islam.,.,,. ia nya di perlukan bunuh balas bagi menyelesaikan perbalahan tersebut,.,. walau bagai mana pun kita lihat hukum dan dali quran dan hadis di bawah,.,.
Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan lagi tidak mengetahui, danmereka mengharamkan apa yang Allah telah rezekikan kepada mereka dengansemata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telahsesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (Kitab Suci Alqur'an. Al-An'aam : 140)
sebagai mana kemajuan jahiliah di zaman rasulillah zaman maju meden atau zaman arus media setelit ,. namun yang pasti manusia menuju era zaman jahiliah rasulullah yang telah di peranggi habisan habisan oleh nabi muhamat saw dan sahabat sahabat yang bersedia menggadai nyawa demi allah yang maha besar,.., sebagai mana jelas dalam sirah rasulullah dalam memeranggi empayar jahiliah hingga kini zaman berlalu masa berubah namun kemodenan arus multimedia berperinsipkan jahiliah .,,. manusia kembali keaarah kehidupan jahiliah ., sebagai mana kisah kisah pembunuhan kanak kanak atau bayi yang baru di lahirkan atau kanak kanak yang di bawah umur ,.,. sebagai mana zaman jahiliah rasulullah anak anak kecil di bunuh dan di tanam hidup hidup ,..,dalam permasdaalahan ini allah azawajalla melarang sekeras keras nya melakukan perbuatan membunuh jiwa jiwa baik kanak kanak atau orang perseorangan tampa sebab atau tujuan .,,. namun bagi permasaalahan ini terdapat dua jenis hukum dan laragan allah baik membunuh jbayi atau kanak kanak atau membunuh jiwa orang perseoranggan ,.,. menurut hadis jelas rasulullah melarang pembunuhan bayi atau kanak kanak namun hukum bagi nya adalah mahruk dan haram,.,. sebagai mana berfirman;Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang yang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan untuk mengaburkan bagi mereka agamanya. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (Kitab Suci Alqur'an. Al-An'aam : 137)
hukum mahruh dan haram bagi pembunuhan kanak kanak dan bayi di bolehkan berdasar kan pendapat dan pandagan ulamak salaf ., sebagai mana berlakunya pembunuhan di neraga negara yang bergolok di tanah tanah arab dan hukum nya adalah mahruh dan tiada sebagai mana pembunuhan jiwa orang perseoranggan dan bagi pelaku atau negara negara yang bergolok yang membunuh jiwa orang perseoranggan memerlukan qisas dan perbagai hukuman dari jiwa seorang islam atau pem uda islam atau lelaki islam ,. perlulah di balas membunuh atau menyara atau menanggung keseluruhan anak anak dan keluarga nya sehingga suatu masa,.,. pembunuhan kanak kanak di bolehkan dan mahruh kerna setiap jiwa kanak kanak yang di bunuh akan kembali kepada lillalamin ,.,. dan di masukkan kedalam syurga,.,. allah tampa hisaf,.,. baik apa jua bangsa atau agama bapak nya atau ibu nya .,,.., dari sini lah hukum dari ulamak salaf adalah mahruh membunuh jiwa kanak kanak atau bayi sebagai mana jelas dalam quran dan hadis,.,. Para Ulama berbeda pendapat mengenai ‘azl ini, ada yang berpendapat haram, ada juga yang berpendapat makrûh dan ada pula yang berpendapat mubâh.
Imam al-Quthûbi rahimahullah berkata, “Orang yang berpendapat bahwa ‘azl itu dilarang berdalil dengan ayat di atas, karena al-Wa’du (mengubur atau membunuh anak) adalah menghilangkan sesuatu yang ada dan keturunannya, sedangkan ‘azl adalah upaya mencegah cikal bakal keturunan, maka sama halnya dengan al-Wa’du (mengubur atau membunuh keturunan).
Kemudian beliau juga berkata, akan tetapi bedanya adalah membunuh anak itu lebih besar dosanya dari pada ‘azl, oleh karena itu sebagian Ulama kami (madzhab mâliki) berkata,”Bisa difahami dari sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam(pada hadits Judzâmah Radhiyallahu anhu) :
ذَلِكَ الْوَأْدُ الْخَفِيِّ
Azl itu termasuk mengubur (anak) secara sembunyi” Bahwasanya hukum ‘azl adalah makrûh bukan haram, dan ini adalah pendapat sebagian para sahabat dan selainnya [11]
Kemudian yang mengatakan ‘azl itu mubah (boleh) adalah pendapat sebagian para sahabat juga para tâbi`în dan para fuqahâ’.[12] Pendapat ini adalah pendapat yang kuat. Wallâhu a’lam.