pembahasan mengenai jin atau iblis atau setan adalah merupakan pembahasan yang penuh kontroversial dari pihak ahli spritual ghaib (dukun) dan ahli ilmu (ulama’) bahkan dari kalangan awam pun kebingungan akan perbedaan mengenai pembahasan ini,“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)…” (QS. Al An’am: 112)
- menurut ilmu sain perubatan moden pembawakan yahudi dan nasrani; sebagai mana haiwan ;insan dan jin jua miliki sifat gementar atau takut akan sesuatu; sebagai mana insan bila tersesat masuk dalam alam jin atau hantu sebagai mana haiwan haiwan dalam hutan bila terserempak dunia manusia akan memiliki ketakutan; maka hal hal ini tersebut dalam ilmuan perubatan islam merasuk atau di rasuk., menjerit dan menaggis bila mana tahu diri nya terperangkap dalam dunia insan dan sebagai mana insan berada dalam hutan sorang diri tampa ada insan lain; sebagai mana manusia bila ketakutan maka manusia akan cari ubatan atau apa apa jua yang mampu menenagkan kembali sebagai mana ditangkap haiwan liar dalam hutan kena beri ubat penenang atau bius pelali; sehingga benar benar haiwan yang di temui itu kembali tenang dan hilang ketakutan dalam diri mereka ; Bila anda batuk, berpeluh-peluh, merasa mual, jantung berdegup kencang, merasa berdebar-debar, ada benda bergerak-gerak dibawah kulit, sendawa, mengantuk, pening serta menguap, jadi bisa di pastikan ada jin yang berdiam ditubuh anda.
- Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi "tersembunyi" atau "tidak terlihat". Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.
- “ ...dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang[1] barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya) (Al-Jin 9:72)
- Asal pembentukan kata "jin" dari huruf 'jim' (ج) dan 'nun' (ن) menunjukkan makna tertutup, Syaikh al-Islam berkata: "Ia dinamakan jin karena ketertutupannya dari pandangan manusia."Kata jin menurut bahasa (Arab) berasal dari kata ijtinan, yang berarti istitar (tersembunyi).Jadi jin menurut bahasa berarti sesuatu yang tersembunyi dan halus, sedangkan syetan ialah sifat dari setiap yang durhaka dari golongan jin dan manusia.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan