tatacara sujud

- Dalam kitab Ashli Shifah Shalaah Al-Nabi shallallahu’alaihi wasallam (2/736), ketika beliau menjelaskan tentang tatacara sujud dan sampai pada pembahasan ini, beliau berkata : “Dan beliau shallallahu’alaihi wasallam (dalam sujud) merapatkan kedua tumitnya”. Dalam catatan kaki, beliau menyertakan takhrij hadis “merapatkan kedua tumit ini” dengan berkata: “Dalilnya berasal ;
- hadis Aisyah radhiyallahu’anha yang berkata:
- فقدت رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -وكان معي على فراشي-؛ فوجدته ساجداً، راصّاً عقبيه ،مستقبلاً بأطراف أصابعه القبلة، … الخ.
- Artinya: “Saya kehilangan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam (padahal awalnya beliau bersama saya ditempat tidur)… ternyata (setelah mencarinya dalam gelap), saya mendapatinya sedang sujud (dalam shalat), sambil merapatkan kedua tumitnya, dan menghadapkan ujung-ujung jari kakinya kekiblat…”Lalu beliau menyebutkan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Al-Thahawi dalam Al-Musykil (1/30), Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya (no,654), Al-Hakim dalam Mustadrak (1/228), dan Al-Baihaqi dalam Sunan Kurba (2/116) semuanya dari jalur Said bin Abi Maryam, dari Yahya bin Ayub, dari ‘Umarah bin Ghaziyyah, dari Abu Al-Nadhr, dari ‘Urwah, dari Aisyah radhiyallahu’anha. Beliau lantas menilai hadis ini shahih sesuai dengan syarat keshahihan menurut Muslim. Dan hadis ini dinilai shahih oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Al-Talkhis (3/475).
- Tambahan Penulis: Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya (no.1933), dari jalur Said bin Abi Maryam, dengan sanad diatas.
- Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku diperintahkan untuk bersujud dengan bertumpu pada tujuh anggota badan: Dahi –dan beliau berisyarat dengan menyentuhkan tangan ke hidung beliau–, dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung-ujung dua kaki.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
- “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan kedua tangannya (ketika sujud) sejajar dengan pundaknya.” (HR. Abu Daud, Turmudzi dan dishahihkan Al Albani dalam Sifat Shalat, Hal. 141)
- Beliau menghadapkan jari-jarinya ke arah kiblat.” (HR. Al Baihaqi dengan sanad shahi
- meletakkan kedua tangannya (ketika sujud) sejajar dengan pundaknya.” (HR. Abu Daud,
- Apabila seorang dari kamu sujud, maka janganlah ia duduk seperti duduknya (berlututnya) onta, tetapi hendaklah ia meletakkan dua tangannya itu lebih dulu daripada dua lututnya”.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan