KAMI DATANG DARI ALLAH, KEPADA ALLAH KAMI KEMBALI
Apabila Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan kepadanya daripada Roh-Ku …… ( Ayat 72 : Surah Saad ) Roh diumpamakan sebagai tubuh. Keupayaan yang menghidupkan roh dipanggil nyawa. Apabila ia hidup ia mempunyai keupayaan untuk melahirkan berbagai-bagai bakat. Keupayaan yang melahirkan kehendak dinamakan nafsu. Keupayaan untuk melahirkan pengetahuan dinamakan akal. Roh yang satu boleh dilihat melalui empat aspek. Aspek roh yang melahirkan bakat-bakat seperti mendengar, melihat dan lain-lain dinamakan roh juga. Aspek roh yang melahirkan kehendak dinamakan nafsu. Aspek roh yang melahirkan pengetahuan dinamakan akal. Aspek roh yang melahirkan kehidupan dinamakan nyawa. Tuhan mengajar manusia mengenali-Nya melalui sifat atau nilai yang ada dengan manusia sendiri walaupun sifat manusia bukan sifat Tuhan. Dalam persoalan roh, aspek roh yang menghasilkan bakat-bakat dikaitkan dengan sifat Kudrat. Nafsu pula dikaitkan dengan sifat Iradat. Akal dikaitkan dengan sifat Ilmu. Nyawa dikaitkan dengan sifat Hayat.
APABILA ILMU NUR MUHAMAT BENAR BENAR DAPAT DI HAYATI DAN DENGAN IZIN DZAT YANG MAHA QADIM MAKA WAKTU ALLAH MEMBUKA HIJAB NYA ANTARA ROH DENGAN DZAT YANG MANA TIADA PENGHALANG ALAM GHAIB MILIK ALLAH DENGAN HAMBA NYA .,,.
DAN BERSYUKURLAH KERNA TERBUKA HIJAB ANTARA ANDA DENGAN DZAT YANG MAHA QADIM ,.,. NAMUN INGGAT LAH BILA PINTU TERBUKA SEBAGAI MANA PEMIK YANG MAHA KAYA .
DAN HANYA YANG MAHA BERKUASA TERMAMPU MENUTUP NYA KEMBALI DAN SEBAGAI MANA AHLI SUFI WALIULLAH TARIKAT DAN PARA TABIEN YANG HANYUT DALAM ILMU NUR MUHAMAT DAN TERUS MELANGKAH KEALAM INDAH MILIK ALLAH SEBAGAI MANA NABI NABI TERBAHULU./'
Nabi Idris kembali nyaris pingsan karena terpesona. Semua yang ada di dalamnya begitu indah dan menakjubkan. Nabi Idris terpukau tanpa bisa berkata-kata melihat pemandangan sangat indah di depannya. “Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah…” ucap Nabi Idris beulang-ulang. Nabi Idris melihat sungai-sungai yang airnya bening seperti kaca. Di pinggir sungai terdapat pohon-pohon yang batangnya terbuat dari emas dan perak. Ada juga istana-istana pualam bagi penghuni surga. Pohon buah-buahan ada disetiap penjuru. Buahnya segar, ranum dan harum. Waktu berkeliling di sana, Nabi Idris diiringi pelayan surga. Mereka adalah para bidadari yang cantik jelita dan anak-anak muda yang amat tampan wajahnya. Mereka bertingkah laku dan berbicara dengan sopan.“Silahkan minum, inilah minuman untuk penghuni surga.” Jawab Izrael. Pelayan surga datang membawakan gelas minuman berupa piala yang terbuat dari emas dan perak. Nabi Idris pun minum air itu dengan nikmat. Dia amat bersyukur bisa menikmati air minum yang begitu segar dan luar biasa enak. Tak pernah terbayangkan olehnya ada minuman selezat itu. “Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah,” Nabi Idris mengucap syukur berulang-ulang. Setelah puas melihat surga, tibalah waktunya pergi bagi Nabi Idris untuk kembali ke bumi. Tapi ia tidak mau kembali ke bumi. Hatinya sudah terpikat keindahan dan kenikmatan surga Allah. “Saya tidak mau keluar dari surga ini, saya ingin beribadah kepada Allah sampai hari kiamat nanti,” kata Nabi Idris.
SEBAGAI MANA BIASA SIFAT INSAN BILA DAH MASUK PAYAH NAK KELUAR DAN BAGI ALLAH TIADA YANG MUSTAHIL BAGI ALLAH DZAT YANG MAHA QADIM BAGI NYA LAH SEGALA SESUATU ITU KEMBALI ,.,.., WALLAHUAKLAM BISSAWAB,.,.


Tiada ulasan:
Catat Ulasan