Ibnu Katsir menjelaskan,
“Mikail ditugaskan untuk mengurus hujan dan tumbuh-tumbuhan yang darinya berbagai rizki diciptakan di alam ini. Mikail memiliki beberapa pembantu. Mereka melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka melalui Mikail berdasarkan perintah dari Allah. Mereka mengatur angin dan awan, sebagaimana yang dikehendaki oleh Rabb yang Maha Mulia. Sebagaimana pula telah kami riwayatkan bahwa tidak ada satu tetes pun air yang turun dari langit melainkan Mikail bersama malaikat lainnya menurunkannya di tempat tertentu di muka bumi ini.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan malaikat Jibril, di antaranya,
قُلْتُ: عَلَى أَيِّ شَيْءٍ مِيكَائِيلُ؟ قَالَ: عَلَى النَّبَاتِ وَالْقَطْرِ “
Aku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) bertanya, “Tentang apakah Mikail itu ditugaskan? Ia (yaitu Jibril) menjawab, “Ia ditugaskan mengurus tanaman dan hujan.” Apabila awan tersebut terpisah maka akan ditemaninya (di giring agar berkumpul) dan jika malaikat telah marah maka akan (berteriak) dengan memancarkan percikan-percikan api dari mulutnya, dan itulah petir yang kalian lihat. (Disebutkan imam Abu Syeikh ibnu Hayyan di dalam kitabnya Al-Adzamah (4/1284)). Dari Jabir Radhiyallahu anhu berkata: Bahwasanya Khuzaimah ibnu Tsabit bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tentang Ar-Ro’d , Lalu Nabi menjawab: ar-Ro’d adalah malaikat, di tangannya membawa mikhroq (alat dari api), apabila alat itu di angkat (untuk menggiring awan) maka akan memancarkan kilat, apabila malaikat berteriak/membentak-bentak maka akan memancarkan petir, apabila alat itu di pukulkan (ke awan) maka akan memancarkan suara gemuruh. (Hasan lighairihi, HR Thabrani di kitab al-Ausat, ibnu hajar dalam takhrij al-Kasysyaf menjadikan hadits ini sebagai penguat (syawahid) dari hadits Tirmidzi di atas. (Lihat As-Shahihah: 1872))



Tiada ulasan:
Catat Ulasan