Khamis, 17 Mei 2018

HALAL DARAH ORANG KAFIR,.

            HUKUM JELAS DALAM AGAMA ALLAH ,. YANG HARAM DAN YANG HALAL ,.., YANG KAFIR,KUFUR,FASIK@MUNAFIK,.TIADA YANG BERCANGGAH DARI ILLAH,.,.
     Dunia ini milik dzat yang maha dzat tuhan yang menjadikan segala nya dan memiliki kerajaan di langgit dan bumi .,,.,. sebagai mana jelas bagi kita berkewajiban sebagai seorang yang membenarkan allah sebagai tuhan kita dan sekelian mahluk dan bersaksi nabi muhamat itu utusan allah sebagai pembimbing bagi mereka yang inggin menjadi hamba hamba dan kekasioh allah yang mana dari awal ilmu hingga kewajiban bagi setiap orang yang melafaskan bahawa tuhan langgit dan bumi tiada lain hanya allah illah yang memiliki kerajaan dan kekuasaan di atas setiap mahluk ciptaan nya,.,.,. sebagai mana setiap manusia baik kafir jahil munafik fasik atau musrikun bahawa jelas sdekali bila sebut seseorang yang bergama islam atau seseorang yang berikrar bahawa tiada tuhan pemilik langgit dan bumi dan bersaksi muhamat itu nabi allah ,.,. maka wajib bagi nya menunduk sujud pada yang kholid sebanyak 5kali sehari sebagai mana telah allah turunkan solat yakni cara menyembah tuhan illah yang mana berupa dzat yang maha dzat kekal dan qadim,.,. setiap yang mengaku tiada tuhan selain illlah maka di wajib kan keatas nya solat yakni me nyembah illah dzat yang maha dzat setiap kali terbit fajar tenggelam fajar terpacak fajar di atas kepala tergelincir fajar dari atas kepala dan waktu malam dan seperrtiga malam,.,.., dan setiap kali datang waktu waktu menyembah illah itu maka bergetar lah sanubari hamba dan kekasih illlah tiada sebagai mana manusia yang bertuhan kan dunia dan nafsu ,.,..

   Sebagai mana rasulullah jelaskan dalam hadis ,.,. “Barangsiapa yang meninggalkan shalat wajib bagi orang yang telah masuk Islam (muslim), dikatakan kepadanya : ‘Mengapa engkau tidak shalat ?’. Jika ia mengatakan : ‘Kami lupa’, maka kita katakan : ‘Shalatlah jika engkau mengingatnya’. Jika ia beralasan sakit, kita katakan kepadanya : ‘Shalatlah semampumu. Apakah berdiri, duduk, berbaring, atau sekedar isyarat saja’. Apabila ia berkata : ‘Aku mampu mengerjakan shalat dan membaguskannya, akan tetapi aku tidak shalat meskipun aku mengakui kewajibannya’. Maka dikatakan kepadanya : ‘Shalat adalah kewajiban bagimu yang tidak dapat dikerjakan orang lain untuk dirimu. Ia mesti dikerjakan oleh dirimu sendiri. Jika tidak, kami minta engkau untuk bertaubat. Jika engkau bertaubat (dan kemudian mengerjakan shalat, maka diterima). Jika tidak, engkau akan kami bunuh. Karena shalat itu lebih agung daripada zakat” [Al-Umm, 1/281. Disebutkan juga oleh Al-Baihaqiy dalam Ma’rifatus-Sunan wal-Aatsaar, 3/117].sebagai mana jelas perbezaan anatara kafir dan muslim hanya dengan solat nya sebagai mana hadis soheh,.,. “(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257,“Tidaklah disebut muslim bagi orang yang meninggalkan shalat.” Saat Umar mengatakan perkataan di atas tatkala menjelang sakratul maut, tidak ada satu orang sahabat pun yang mengingkarinya.

      Oleh karena itu, hukum bahwa meninggalkan shalat adalah kafir termasuk ijma’ (kesepakatan) sahabat. Mayoritas sahabat Nabi menganggap bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja adalah kafir,. telah jatuh kafir bagi mana mana sahabat atau rakan atau ibu ibu bapak atau sanak saudara mu serta jiran jiran kamu yang mana sengaja meninggalkan solat ,.., “Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir kecuali shalat.” Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Abdullah bin Syaqiq Al ‘Aqliy seorang tabi’in dan Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shohih. (Lihat Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, hal. 52) Ibnul Qayyim mengatakan, ”Tidakkah seseorang itu malu dengan mengingkari pendapat bahwa orang yang meninggalkan shalat adalah kafir, padahal hal ini telah dipersaksikan oleh Al Kitab (Al Qur’an), As Sunnah dan kesepakatan sahabat. Wallahul Muwaffiq (Hanya Allah-lah yang memberi taufik).” (Ash Sholah, hal. 56)walau pun ada pendapat dari lain pahaman bahawa dengan men inggalkan solat itu ada lah dosa nya yang besar dari segala dosa namun jika di bandingkan dengan makna atau maksut imam mazhaf tersebut jua inggin menyatakan bahawa jelas telah kafir seseorang itu namun pada nya hanya dosa besar sebagai mana hadis ini,.,.
        Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)sebagai mana penjelasan walau pun tiada menyebut mana mana individual dalam 4mazhaf imam dalam masaalah meninggal solat dengan sengaja tapi keempat empat nya menyatakan dosa yang paling besar dan hampir hampir dengan dosa orang yang menyembah selain illah ,.,. sebagai mana penjelasan kitab syarak hadis ,.,. Imam Syafi’i adalah di antara ulama yang menyatakan kafirnya. Sedangkan kesimpulan bahwa beliau tidak mengkafirkan, itu tidak secara nash dari beliau. Dan sebenarnya hanya kesimpulan dari para ulama madzhab Syafi’i karena melihat indikasi dari perkataan beliau, bukan dari perkataan Imam Syafi’i secara tegas. (Lihat perkataan Syaikh Amru bin ‘Abdul Mun’im Salim dalam kitab Al Manhaj As Salafi ‘inda Asy Syaikh Nashiruddin Al Albani) Imam Ath Thohawi rahimahullah telah menyandarkan perkataan bahwa Imam Asy Syafi’i menyatakan meninggalkan shalat itu kafir. Ath Thohawi berkata dalam Musykilul Atsar (4: 228),
و قد اختلف أهل العلم في تارك الصلاة كما ذكرنا , فجعله بعضهم بذلك مرتدا عن الإسلام , و جعل حكمه حكم ما يستتاب في ذلك , فإن تاب وإلا قتل , منهم الشافعي رحمة الله تعالي عليه “
             Para ulama telah berselisih pendapat dalam masalah hukum meninggalkan shalat sebagaimana yang pernah kami sebutkan. Sebagian ulama ada yang menyatakan orang yang meninggalkan shalat berarti murtad dari Islam dan ia pun harus dimintai taubat. Jika tidak bertaubat, ia dibunuh. Di antara ulama yang berpendapat seperti ini adalah Imam Asy Syafi’i rahimahullah.” namun kesimpulan dari hadis hadis dan pandagan ulamak ulmak imam 4mazhaf maka jelas dosa nya amat berat dan b esar sehingga mana hampir hampir saja sama sebagai mana dosa orang yang mensyirikkan illah ,.,.., namun allah maha mengetahui dan setiap sesuatu itu adalah atas takdir qalam ,qadak dan qadar seseorang sebagai mana jelas bagi kita yang beraqidah abu hassan asr-srakriah dan berpahaman ahli sunah wal jamaah dan bagi kita tiada yang mustahil bagi illah dzat yang maha dzat untuk memberi hidayah atau petunjuk buat seseorang ,.,. dari sini jua jelas bagi kita yang mana melayu islam bermazhaf imam as-syafieah berpahaman abu hasan asr-srakriah beraqidah ahli sunah jamaah dan berpegang atas jalan jihat fisabilillah dan berpolitik parti islam semalaysia bahawa setiap individual yang mana melayu islam yang meninggalkan solat yakni menyembah illah dzat yang maha dzat adalah sebagai mana paham dan pegangan as-syafieah bahawa telah kafir dan kekafiran nya jelas bagi kita dan harus di nyatakan ,.,. sebagai mana kenyataan illah dalam jihat fisabilillah adalah halal darah orang orang atau saudara saudara mara kamu yang kafir telah kafir ,.,.,. dalam perjuagan kita melayu islam yang halal tetap halal dan yang haram tetap haram tiada keraguan bagi nya dan tiada kesangsian bagi nya kerna perintah allah jelas hukum allah jua jelas sebagai mana firman allah sawt,.,.
     
       Dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. (QS. At-Taubah : 36) Menurutnya, ada lafadz 'kaffah' di ayat itu yang secara jelas maknanya adalah semua atau seluruhnya. Sehingga ayat ini tidak bisa ditafsirkan lain kecuali bahwa kita diwajibkan secara tegas untuk membunuh semua orang kafir.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan