QADAK DAN QADAR ILLAHI
ADALAH TETAPAN BAGI MAHLUK DI BAWAH
KUASAAN ALLAH
DZAT YANG MAHA QADIM.,.,.,
setiap mahluk ciptaan allah di berika allah kitab takdir yang merupakan ketentuan bagvi nya yang menjadi wayang allah di dunia ini .,,. sebagai mana takdir seseorang bertemu dengan lailatul qasar adalah tetapan illlah ,.., contoh ,. takkan bertemu seseorang insan hamba allah dengan malam yang penuh keberkatan penuh keajaiban ,.., melaikan telah tertulis bagi nya pada sekian tempat pada sekian waktu pada sekian malam pada sekian masa akan bertemu akan hamba nya dengan illah dzat yang maha dzat ,.,. setiap yang berlaku adalah tetapan allah baik ajal syurga dan neraka seseorang atau malam lailatul qadar .,,.,. sebagai mana tahun ini malam lailatul qadar telah pun berlalu nam,un pada seiapa hamba nya insan bertuah itu adalah tentuan illlah baik pada manusia melayu islam atau manusia arab islam baikm di tanah merlayu nusantara atau di tanah haramn mekkah ,.., appa appa jua sekali pun telah allah jelaskan dalam quran dan rasulullah saw telah terangkan dalam hadis dan ulamak ulamak tafsir telah menghuraikan nya sehingga kita benar benar paham akan takdir allah keatas perjalanan hidup kita .,,..,
Takdir Menurut Al-Qur’an ''\ sebagai seorang mukallaf dan berpahaman abu hasan asr-syakriah jelas sebagai mana Allah Swt. dan hadis-hadis yang shahîh, seperti yang dituangkan oleh Allah dalam firman-Nya berikut ini, "Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi, dan tidak pula pada diri kalian sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh al- Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah," (QS Al-Hadîd [57]: 22). Maksudnya, apa saja yang telah terjadi di permukaan bumi ini telah ditulis oleh Allah dalam kitab-Nya yang tersimpan rapi di Lauh al-Mahfuzh, bahkan sebelum terjadi ataupun sebelum diciptakannya. Jadi, semua itu telah digariskan oleh Allah Swt. dalam ketetapan-Nya. Pemahaman kelompok yang mengakui bahwa setiap kejadian merupakan takdir yang disandarkan hanya kepada Allah Swt. adalah kelompok yang keimanan mereka sangat sempurna. Adapun kelompok lain yang tidak beranggapan seperti itu, maka mereka adalah kelompok yang menyimpang dan tersesat dari jalan-Nya. Kalau di atas telah kami sebutkan firman Allah Swt. tentang pengertian takdir, maka di bawah ini kami nukilkan pula sebagian dari hadis yang menafsirkan firman Allah di atas. Di antaranya,
Diriwayatkan oleh ‘Abdullâh bin ‘Amru bin al-Âsh ra., bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, "Allah telah menuliskan berbagai ketetapan atas makhluk-Nya lima puluh ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi. Dan pada saat itu, ‘Arsy Allah berada di atas air."[1] SEBAGAI MANA CONTOH '' syurga bagi seseorang telah allah tulis kan bagi nya walaupun di mata manusia ia seorang alim dan berilmu pengetahuan tentang agama dan berkata kata benar namun jika allah telah tetap bagi nya neraka sebagai tempat persinggahan yang kekal bagi nya di akirat maka tiada yang mustahil bagi allah hanya antara kaf dan nun maka terjadilan pada orang yang alim tu kessesatan bagi nya berlaku lah kesyirikan bagi nya dan ketika ajal nya berlakulah debat antara nya dengan iblis dan akhir nya ia masuk neraka kerna mengakui iblis tuhan dan hanya dengan segelas air yang menghilangkan dahaga nya saat saat nyawa di galgarak,.,.., sebagai mana syurga neraka jua telah allah tetapkan bagi orang kafir baik munafik atau musrik.,,.. seseorang manusia yang kafir menyembah berhala lalu tetap bagi nya syurga sebagai tempat persinggahan terakhir bagi nya dan kekal dalam nya .,,.,. contoh seorang penyembah berhala sedang menaiki sebuah bas persiaran bersama sama dengan beberapa orang yang islam muslim lalu kemalagan berlaku dal;am perjalanan orang kafir penyembah berhala dan ketika mana kemalagan luka dan cedera parah orang kafir penyembah berhala bersama sama orang muslim yang lain di saat saat nyawa di halkum nya ia terdengar suara dan laugan laillahaillallah dari orang islam yang bersama dalam kemalagan lalu dengan bisikan itu hati qalbu nya berkeingginan untuk menyatakan berulang ulang kali di saat nyawa di galgarak di hujung halkum akhir nya dia berjaya dengan takdir allah keatas nya dan syurga bagi nya sebagai mana tetapan takdir nya dan kekal selamanya .,,.,. dari sini jua takdir allah adalah tetapan dah pasti tak akan berubah sebagai mana jodoh seseorang baik dengan pernikahan bersaksi bersurat berdaftar di jabatan agama islam atau sekadar lafas ijab dan kabur dari pengatin lelai dan perempuan ,.., semua nya telah allah tetapkan sebagai wayang nya hamba hamba allah dalam kehidupan seharian nya dalam dunia ,.,.
sebagai mana rasululah saw bersabda .,,.,. diriwayatkan oleh ‘Abdullâh bin Mas’ud dan Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, "Seseorang telah ditetapkan sebagai seorang yang sengsara sejak ia berada di dalam perut ibunya. Demikian pula seseorang telah ditetapkan sebagai seorang yang berbahagia sejak ia berada di dalam perut ibunya."[18] Allah sudah menentukan orang-orang mana yang masuk surga atau masuk neraka sebelum dilahirkan seperti takdir mati, rezeki dan sebagainya yang dicatat dalam Kitab Lauh Mahfudz? Benar, Allah Ta’ala telah menentukan takdir seluruh makhluk, baik berupa kematian, rezeki, jodoh bahkan masuk neraka atau surga. Semuanya sudah tercatat di Al Lauh Al Mahfuzh, hal ini berdasarkan beberapa dalil, baik dari Al Quran Al Karim atau Sunnah yang shahih. Dalil dari Al Quran: { أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّ ذَلِكَ فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ} [الحج: 70] Artinya: “Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lohmahfuz) Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah”. {إِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ} [يس: 12] Artinya: “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Al Lauh Al Mahfuz)”. QS. Yasiin: 12. Berkata Ibnu Katsir rahimahullah: أي: جميع الكائنات مكتوب في كتاب مسطور مضبوط في لوح محفوظ، والإمام المبين هاهنا هو أم الكتاب. قاله مجاهد، وقتادة، وعبد الرحمن بن زيد بن أسلم، Artinya: “Maksudnya adalah seluruh yang terjadi telah tertulis di dalam Kitab, tertulis dan tersebut di dalam Al Lauh Al Mahfuzh, dan Al Imam Al Mubin di sini maksudnya adalah induknya kitab (Ummu Al Kitab), sebagaimana yang dinyatakan oleh Mujahid, Qatadah, Abdurrahman bin Zaid bin Aslamrahimahumullah”. Lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir, 6/568..

Tiada ulasan:
Catat Ulasan