

Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah” (QS. Al Hajj : 70).
sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “… Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi” (HR. Muslim)
telah allah tetgapkan ketentuan nasip seseorang sejak alam roh di mana tersimpan di lauh mahfus ; sebagai mana sabda rasulullah saw. jelas kelihatan pada setiap mahluk baik ia nya melayu arab atau pun apa jua bangsa dan agama nya;
sebagai mana jelas kelihatan pada seorang kanak kanak yang sering kita temui atau anak anak saudara mara kita sewaktu ia nya masih alam remaja dan masih di bawah jagaan dan perhatian kasih sayang ibu dan bapak atau datok dan nenek mereka kita lihat jauh dan jelas kelihatan ketakutan dan agak sukar akan kita meramalkan masa hadapan mereka namun bila mana telah tiba usia dan waktu yang telah allah takdirkan dalam kitab takdir lauh mahfus mereka jelas sekali bahawa ramalan kita tentang kehidupan mereka jauh meleset dan tidak sebagai mana kita jangkakan;
sebagai mana kita melihat takdir atau nasip seorang aji atau seorang yang agak berilmu agama ketika waktu masih bujang dan di bawah tanggungan ibu dan bapak kita mengjangkakan sesuatu namun bila takdir allah jelas kelihatan bila mana waktu tiba dan takdir allah lebih mengetahui sebelum ajal ibu dan bapak nya anak aji yang baik beragama yang selama ini kita jangkakan akan terus dengan takdir nya berubah berumah besar berkereta besar berbini besar dan keluarga besar dan jua bergaji besar;
sebagai mana takdir setiap insan jelas allah menyatakan dalam quran dan hadis bahawa telah tersemat di lauh mahfus sejak puluhan ribu tahun sebelum alam diciptakan kita melihat sdeorang anak remaja yang sewaktu masih di bawah jagaan ibu dan bapak nya senantiasa bersama dengan rakan hidup dengan kemewahan dan keseronokan namun bila mana tiba waktu takdir nya allah tetapkan semua itu tiada yang mustahil bagi allah untuk menjadikan yang aji seorang kaya raya dan berharta yang romeo kaki masjid dan mengaji semua nya telah gterbtulis sejak awal kelahiran alam sehingga lah alam di tiup sangkakala.,., jadi setiap dari kita tak perlu menuding jari keatas seseorang yang lain kerna syurga atau neraka telah allah ciptakan sejak awal penciptaan dan setiap penghuni nya jua teklah allah tetapkan seawal awal penciptaan bumi,.., sebagai mana jelas allah berfirman dalam quran dan hadis; Mengimani penciptaan Allah,bahwa Allah Ta’ala menciptakan segala sesuatu baik yang besar maupun kecil, yang nyata dan tersembunyi,. Ciptaan Allah mencakup segala sesuatu dari bagian makhluk beserta sifat-sifatnya dan segala sesuatu berupa perkataan dan perbuatan makhluk.
Dalil kedua prinsip di atas adalah firman Allah Ta’ala(yang artinya), “Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Kepunyaan-Nya lah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.”(QS. Az Zumar : 62-63). Juga firman-Nya (yang artinya), “Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu“.” (QS. As Shaffat : 96). (lihat Taqriib Tadmuriyah)
Semua yang telah Allah takdirkan kepada kita memang takkan selamanya berupa kebaikan, tapi percayalah bahwa segala sesuatu yang Allah takdirkan kepada kita itulah yang terbaik.
Maka, bersyukurlah dan selalu berbaik sangkalah kepada ketentuan-ketentuan yang telah Allah tetapkan kepada kita. Karena Allah adalah Dzat yang maha tahu dan maha mengatur segala-segalanya.
Allah Tidak Menjanjikan Hidup Hamba-Nya Selalu Mudah, Tapi Allah Berjanji Untuk Selalu Bersama Hamba-Nya
Dan jangan pernah lupa, bahwa Allah tidak menjanjikan hidup kita akan selalu mudah, tetapi Allah berjanji untuk selalu bersama kita. Lalu untuk apa kita masih merasa resah dan gelisah menghadapi takdir dari-Nya, jika sang penentu takdir sudah menjamin untuk selalu bersama kita baik suka ataupun duka.
Syukurilah Segala Sesuatu Yang Telah Allah Tetapkan Kepada Kita,Allah Tahu Yang Terbaik Untuk Hamba-Hambanya, Jadi Bersabarlah Jika Segala Sesuatu Yang Datang Terkadang Tidak Sesuai Dengan Harapan
Sesungguhnya Allah Taala mengutus seorang malaikat di dalam rahim. Malaikat itu berkata: Ya Tuhan! Masih berupa air mani. Ya Tuhan! Sudah menjadi segumpal darah. Ya Tuhan! Sudah menjadi segumpal daging. Manakala Allah sudah memutuskan untuk menciptakannya menjadi manusia, maka malaikat akan berkata: Ya Tuhan! Diciptakan sebagai lelaki ataukah perempuan? Sengsara ataukah bahagia? Bagaimanakah rezekinya? Dan bagaimanakah ajalnya? Semua itu sudah ditentukan dalam perut ibunya. (Shahih Muslim No.4785)
Rasulullah saw. ditanya: Wahai Rasulullah! Apakah sudah diketahui orang yang akan menjadi penghuni surga dan orang yang akan menjadi penghuni neraka? Rasulullah saw. menjawab: Ya. Kemudian beliau ditanya lagi: Jadi untuk apa orang-orang harus beramal? Rasulullah saw. menjawab: Setiap orang akan dimudahkan untuk melakukan apa yang telah menjadi takdirnya. (Shahih Muslim No.4789)
Rasulullah saw. bersabda: Pernah Adam dan Musa saling berdebat. Kata Musa: Wahai Adam, kamu adalah nenek moyang kami, kamu telah mengecewakan harapan kami dan mengeluarkan kami dari surga. Adam menjawab: Kamu Musa, Allah telah memilihmu untuk diajak berbicara dengan kalam-Nya dan Allah telah menuliskan untukmu dengan tangan-Nya. Apakah kamu akan menyalahkan aku karena suatu perkara yang telah Allah tentukan empat puluh tahun sebelum Dia menciptakan aku? Nabi saw. bersabda: Akhirnya Adam menang berdebat dengan Musa, akhirnya Adam menang berdebat dengan Musa. (Shahih Muslim No.4793)
Bahwa Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya Allah telah menentukan kadar nasib setiap manusia untuk berzina yang pasti akan dikerjakan olehnya dan tidak dapat dihindari. Zina kedua mata ialah memandang, zina lisan (lidah) ialah mengucapkan, sedangkan jiwa berharap dan berkeinginan dan kemaluanlah (alat kelamin) yang akan membenarkan atau mendustakan hal itu. (Shahih Muslim No.4801)
Tiada ulasan:
Catat Ulasan