- Fitnah @ menuduh seseorang tampa 4saksi atau bukti nyata samalah dengan membunuh dan penyebar fitnah diberikan dosa membunuh keatas orang yang di fitnah diberi pahala dan seluruh ganjaran amalan dan ibadahnya pada yang terkena fitnah;
Hukuman Bagi Tukang Fitnah
Bahaya tukang fitnah dunia akhirat,Sesungguhnya berbicara itu mudah, tetapi berat mempertanggung jawabkannya. Apapun yang kita katakan lebih menunjukkan siapa sebenarnya diri kita. Apapun yang kita katakan lebih menunjukkan siapa sebenarnya diri kita. Misalnya, penghinaan kita terhadap seseorang lebih menunjukkan kehinaan diri kita sendiri dibandingkan kehinaan orang yang kita hina. Kritik dan koreksi yang kita sampaikan kepada seseorang kalau tidak hati-hati lebih memperlihatkan kedengkian kita.Satu sikap yg merosakkan sesuatu kebahagiaan umat Islam ialah ‘suka membawa mulut’ mereka-reka serta menambah cerita buruk,malah melaga-lagakan org sehingga kisah yg pendek menjadi panjang. Ia juga disebut menabur fitnah iaitu menceritakan keburukan org kepada individu tertentu dgn tujuan menimbulkan kebencian dan permusuhan terhadapnya;fitnah adalah satu penipuan terhadap seseorang dan antara nya mengaitkan seseorang dengan dosa dosa besar sebagai mana menuduh atau menyatakan seseorang melakukan dosa dosa besar tampa 4orang saksi dan bukti sewaktu berlakunya dosa tersebut dan fitnah akan memberi kesan pada seseorang yang di fitnah sebagai mana seseorang yang di kaitkan atau di tuduh melakukan pembunuhan melakukan zina atau rogol melakukan pencurian atau menuduh seseorang murtad atau syirik atau keluar islam atau telah kafir tampa bukti dan 4orang saksi ketika mana kejadian berlaku;atau rompakan atau pecah amanah atau mebuat kerusakan harta benda fitnah juga menuduh atau mengaitkan seseorang dengan sesuatu sebagai mana hdis hadis dan ayat ayat quran di bawah;
Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.
Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.
Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari pada kamu dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), merekapun terjun kedalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka.
Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan: “Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah”.
Rasulullah saw. bersabda sambil menghadap ke arah timur: Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana! Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana. Yaitu tempat muncul tanduk setan. (Shahih Muslim No.5167)
Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik[13] (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, Maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. dan mereka Itulah orang-orang yang fasik.(4)
Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(5)
Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), Padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, Maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, Sesungguhnya Dia adalah Termasuk orang-orang yang benar. (QS. An Nur : 6)
"Kalau sekiranya apa yang disebutkan itu benar, maka itulah ghibah, tetapi jika hal itu tidak benar, maka engkau telah melakukan buhtan (kebohongan besar)." ~ Hadits Riwayat Muslim, Abu Daud dan At-Tarmizi.Ghibah maksudnya menyebutkan keburukan orang lain meskipun benar.
Rasulullah SAW bersabda: "Seseorang hamba yang membicarakan sesuatu yang belum jelas baginya (hakikat dan akibatnya), akan dilempar ke neraka jahanam sejauh antara timur dan barat." ~ Riwayat Muslim;Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka hendaklah ia mengucapkan kata yang baik dan kalau tidak, harus diam." ~ Riwayat Bukhari dan Muslim
Allah telah memperingatkan kaum yang suka berbohong dan berdusta di dalam firmanNya berarti: "Maka nyatalah bahwa tidak ada yang lebih zhalim dari orang yang mereka-reka perkara2 yang dusta terhadap Allah, dan mendustakan sebaik2 saja kebenaran itu disampaikan kepadanya. Bukankah (telah diketahui bahwa) dalam neraka jahanam tersedia tempat tinggal bagi orang2 kafir? " ~ Surah az-Zumar ayat 32.
Allah berfirman: "Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapakah syaitan2 itu selalu turun? Mereka turun ke tiap2 pendusta yang berdosa, yang mendengar sungguh2 (apa yang disampaikan oleh syaitan2 itu) sedangkan kebanyakan beritanya adalah dusta." ~ Surah asy-Syuras 'ayat 221-223.
Sabda Rasulullah SAW bermaksud: "Barangsiapa mengendalikan lidahnya (dari membicarakan kehormatan orang) maka Allah akan menutup kecelaannya (hal2 yang memalukan). Siapapun yang menahan amarahnya, Allah akan melindungi dari siksa Nya. Dan siapa yang meminta kelonggarannya kepada Allah, maka Allah akan menerima permintaan kelonggarannya. " ~ Hadits Riwayat Ibnu Abib-Duanya.
Allah SWT menempatkan dosa membuat fitnah lebih buruk dampaknya daripada membunuh. Firman Allah: "... fitnah itu besar (dahsyat) dari melakukan pembunuhan ..." ~ Surah al-Baqarah, ayat 217.
Hadis Rasulullah SAW diriwayatkan dari Hudzaifah ra berkata: Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang suka menebar fitnah."
Rasulallah SAW memanggil Ali bin Abi Talib dan Usamah bin Zaid bermusyawarah dengan mereka kerana pada masa itu wahyu terhenti. Baginda bermusyawarah berkenaan apakah Baginda harus menceraikan Aku atau tidak. Usamah bependapat:-*Allah Ta’ala tidak akan menyusahkan Rasulallah,masih ramai lagi wanita selain ‘Aisyah .Jika Rasulallah menghendaki seorang gadis,tidak seorang pun yg akan menolak Rasulallah.*
Kemudian Baginda memanggil Barirah (orang gaji ku), Barirah mengatakan yang aku wanita muda lagi manja yg tidak mencemarkan diri .” Hai kaum muslimin setujukah kamu atas penolakan Aku tentang tuduhan ini yg telah mencemarkan nama baik keluarga Ku, demi Allah Aku yakin keluarga Ku bersih dari tuduhan kotor ini, Aku yakin seorang lelaki yg mereka sebut Shafwan adalah seorang yg baik,dia tidak pernah masuk kerumah Ku selain dengan Aku.”
Ramailah yg bangun membela Rasulallah SAW.Diantara yg membela Rasulallah ialah Saad bin Mu’az (Suku Aus),Sa’ad bin Ubadah (Suku Khazaraj).
“Wahai orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, (sehingga kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjing setengahnya yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? ( Jika demikian kondisi mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Jadi patuhilah larangan-larangan tersebut) dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q. S. Al-Hujarat : 12).Syubhat berarti samar-samar atau tidak jelas. Dalam fiitnah syubhat, seseorang menjadi rusak ilmu dan keyakinannya sehingga menjadikan perkaran ma’ruf menjadi samar dengan kemungkaran, sementara kemungkaran sendiri tidak ia hindari (dikerjakan). Fitnah syubhat merupakan fitnah paling berbahaya oleh karena kurangnya ilmu dan lemahnya bashirah, ketika diiringi dengan niat buruk dan hawa nafsu maka timbullah fitnah besar dan keji.
Rasulullah SAW sangat mengkahwatirkan fitnah syubhat, sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Abu Barzah Al-Aslamy, beliau bersabda yang artinya;
“Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kamu adalah syahwat mengikuti nafsu pada perut kamu dan pada kemaluan kamu serta fitnah-fitnah yang menyesatkan.” (H. R. Ahmad).“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. dan bila dikatakan kepada mereka: ’Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi.’ Mereka menjawab: “Sesungguhnya Kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (Q. S. Al Baqarah 2: 10-11).Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la’nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka adzab yang besar, pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Pada hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka, bahwa Allah-lah Yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).” (Q. S. An Nur : 23-25).
Fitnah itu hukumnya sangat berat, lebih berat daripada ketidaktaatan atau dosa besar. Sebab fitnah itu sendiri berbahaya;
Menimbulkan kesengsaraan
Oleh sebab berita yang disebarkan tidaklah benar, fitnah sangat merugikan terutama bagi orang yang difitnah dan bisa jadi harga dirinya hancur di mata masyarakat dan menjadi bahan cemoohan. Sedangkan bagi yang memfitnah sendiri tidak akan lagi bisa dipercaya dan setiap orang pasti akan menjauhinya.
Menimbulkan keresehan
Oleh sebab fitnah yang disebarkan masyarkat jadi tidak tenang karena takut. Misalnya, ada yang difitnah menjadi pencuri, pastinya orang akan takut jika suatu saat mereka akan jadi korban.
Memecah kebersamaan dan tali silaturrahmi
Satu fitnah bisa menghancurkan satu bangsa karena satu fitnah saja bisa menimbulkan berbagai masalah yang akhirnya bisa menjadi seperti lingkaran setan (masalah yang tiada akhir). Padahal Keutamaan Menyambung Tali Silaturahmi dalam Islam sangatlah besar.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan