- Menciptakan kebencian dan permusuhan.
Siapakah Yang Lebih Berkuasa Antara Allah Dengan Syaitan?
- Sudah pastilah Allah yang lebih berkuasa dari syaitan kerana :-
i) Bukankah segala yang ada ini hanya wujud Allah. Hakikatnya syaitan itu tidak wujud.
ii) Allah jugalah yang mentadbirkan syaitan itu sendiri kerana Tiada sezarah pun yang bergerak itu melainkan milik Allah.
iii) Sesungguhnya segalanya sudah tiada, yang ada dan yang nyata itu semuanya Allah, Allah dan Allah sehingga tidak lagi perlu disebut kerana sudah tidak perlu lagi pada nama dan rupa. Barang siapa menyebut itu bukan Allah. Allah itu bersalahan dengan yang baharu. Justru itu kenallah Dia, sesudah itu kembalikan segalanya kepadaNya hingga tidak ada apa-apa lagi.
TAKDIR SUDAH DITENTUKAN 50.000 TAHUN SEBELUM LANGIT DAN BUMI DICIPTAKAN
(Termasuk Apakah Seseorang Menjadi Penduduk Surga atau Neraka)
Akhirnya dapat difahami bahwa hakekat takdir adalah rahasia Allah Ta’ala yang telah ditentukan atas hambanya sebelum Allah SWT menciptakan seluruh isi langit dan Bumi dan sebagai manusia maka wajib bagi kita untuk selalu berusaha mencapai ketakwaan kepada Allah SWT, karena pada hakekatnya Allah SWT tidak membebani kewajiban yang mana kita tidak sanggup untuk memikulnya.
Dan takdir itu sendiri tidaklah diketahui oleh malaikat yang dekat dengan-Nya ataupun oleh Nabi yang diutus karena Allah SWT telah menutup ilmu takdir dari makhluk – makhluk-Nya sebagaimana firman Allah SWT dalam kitab-Nya,
“Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai” (Al Anbiya’ 23)
“Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai” (Al Anbiya’ 23)
Ketika Allah menyuruh para malaikat untuk bersujud pada Adam, semua malaikat bersujud kecuali Iblis.
فَسَجَدَ الْمَلآئِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ -٣٠- إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى أَن يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ -٣١-
“Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali Iblis. Ia enggan ikut bersama-sama para (malaikat) yang sujud itu.”
(Al-Hijr 30-31)
(Al-Hijr 30-31)
Semenjak itulah dimulai peperangan antara kebenaran dan kebatilan'
⇒ Makna kata Iblis dan Setan

Iblis itu adalah setan. Dan dia lah yang pertama menolak untuk sujud kepada Nabi Adam as. Dia telah putus asa dari rahmat Allah dan jauh dari kasih sayang-Nya, karena itu disebut setan. Dan golongan jin itu diciptakan dari api.
وَخَلَقَ الْجَانَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ -١٥-
“Dan Dia Menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.”
(Ar-Rahman 15)“Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.”(Al-A’raf 27)“Dan Kami telah Menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan).”(Al-Balad 10)Sementara dalam riwayat, nama-nama setan adalah azazil, thowusul malaikat(burung meraknya malaikat ketika masih belum berpaling), abu murroh, al-muhlik(yang membinasakan), al-hobits (yang busuk) dan al-hawiyah.“Sesungguhnya (setan) itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah.”(Al-Baqarah 169)“Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat maka tidakkah kamu mau berhenti?”(Al-Ma’idah 91)
(Ar-Rahman 15)“Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.”(Al-A’raf 27)“Dan Kami telah Menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan).”(Al-Balad 10)Sementara dalam riwayat, nama-nama setan adalah azazil, thowusul malaikat(burung meraknya malaikat ketika masih belum berpaling), abu murroh, al-muhlik(yang membinasakan), al-hobits (yang busuk) dan al-hawiyah.“Sesungguhnya (setan) itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah.”(Al-Baqarah 169)“Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat maka tidakkah kamu mau berhenti?”(Al-Ma’idah 91)
SYAITAN ADALAH SIFAT DAN BUKAN MAHKLUK
(Arab: شيطان, Shaitan; Ibrani Piawai: שָׂטָן, Satan; Ibrani Tiberia Śāṭān; Greek Koine: Σατανάς, Parsi: اهریمن, Satanás; Aramia: סטנא, Saṭänä; Ge'ez: ሳይጣን Sāyṭān, Turki: Şeytan), merupakan kata sifat bagi menunjukkan sesuatu perkara yang jahat dan buruk. Syaitan di dalam bahasa arab, bermaksud 'Penuduh(The Accuser),Speculator(Pembuat Andaian/Spekulasi)'. Syaitan terbahagi kepada dua iaitu Syaitan Jin dan Syaitan Manusia. Seperti yang diketahui dalam agama Islam, Kristian dan Yahudi, Syaitan Jin asalnya adalah salah satu golongan hamba Allah yang paling beriman dan amat taat,pintar,patuh dan kuat beribadah kepada Allah.Golongan syaitan ini yang diketuai oleh (Azazel)selepas ingkar dengan perintah Allah disebut(iblis laknatullah@devil of lucifer). Walau bagaimanapun, menurut Islam, Syaitan Jin diciptakan daripada api oleh Allah S.W.T. Disebabkan iblis ini menentang perintah Allah, dia diusir dari Syurga, kerana ingkar akan perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam sebagai penghormatan ciptaan-Nya yang mulia. Menurut agama Islam, Tuhan meletakkan taraf manusia lebih tinggi daripada makhluk-makhluk yang lain kerana mereka diberikan akal - terutamanya untuk membandingkan yang buruk dari yang baik. Syaitan membangkang ciptaan Tuhan pada manusia dan mencegah dari menyujud di hadapan Adam seperti dilakukan oleh para malaikat lain. Tuhan bertanya kepada Syaitan: "Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?" Syaitan menjawab: "Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia. Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya adam dari lumpur." Ini menunjukkan bahawa Syaitan merasa dirinya lebih tinggi darjatnya dari Adam kerana dia diperbuat dari api dan Adam diperbuat dari tanah, yang dianggap tidak bersih dan rapuh. Syaitan berjanji dan berkata di hadapan Tuhan Allah S.W.T , Nabi Adam dan para malaikat bahawa dia akan membinasakan Adam dan seluruh keturunannya (iaitu golongan manusia) sampai hari Akhirat kelak. Allah bersabda bahawa manusia yang mengikuti perintah-Nya tidak akan dibinasakan oleh Syaitan, tetapi yang mengikuti Syaitan akan turut dibinasakan dan diseksa di api neraka pada hari Akhirat. Syaitan juga yang memyebabkan Nabi Adam dan isterinya Siti Hawa terkeluar dari Syurga, walaupun mereka telah diampunkan oleh Allah, dan bisikannya menyebabkan anak mereka Qabil membunuh Habil.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan